PT Rans Entertainment Indonesia Tbk Bersiap IPO di BEI
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026.
Perusahaan hiburan yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini menawarkan harga saham pada kisaran Rp135 hingga Rp170 per lembar. RANS berencana melepas 2,25 miliar hingga 2,525 miliar saham baru atau setara dengan 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO. Melalui aksi korporasi ini, perseroan berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp340,87 miliar hingga Rp429,25 miliar, dengan penunjukan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Berdasarkan prospektus ringkas perusahaan, struktur permodalan menempatkan Raffi Ahmad sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 78,68 persen atau senilai Rp79,35 miliar. Porsi kepemilikan saham lainnya diisi oleh PT Indonesia Entertainmen Grup sebesar 9,04 persen, Soultan Ariq Rachman 3,43 persen, Dony Oskaria 3,42 persen, Sutanto Hartono 1,43 persen, Nagita Slavina Mariana Tengker 1,24 persen, Kaesang Pangarep 1,14 persen, Hikmat Janika 0,86 persen, dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi sebesar 0,76 persen.
Di balik rencana ekspansi ini, manajemen RANS memaparkan sejumlah potensi risiko bisnis, terutama tingkat ketergantungan yang tinggi pada figur talenta utama mereka.
"Ketergantungan tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kinerja usaha dan keuangan perseroan apabila terjadi penurunan keterlibatan atau isu reputasi," tulis manajemen RANS.
Selain faktor figur utama, manajemen juga mengantisipasi potensi risiko terkait likuiditas saham perusahaan setelah resmi melantai di bursa efek.
"Dengan demikian, RANS tidak dapat memprediksi apakah pasar dari saham perseroan akan aktif atau likuiditas saham perseroan akan terjaga."
Risiko operasional lainnya yang dihadapi perseroan meliputi kemajuan teknologi digital, pergeseran kontrak brand ambassador dari jangka panjang ke jangka pendek, ketergantungan pada platform pihak ketiga, serta fluktuasi kondisi ekonomi makro.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow