RBFA Tolak Dukung Infantino Lagi sebagai Presiden FIFA Terkait Kontroversi Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

RBFA, anggota FIFA dari Belgia, secara terbuka menolak mendukung pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai presiden FIFA dalam kongres tahun depan. Penolakan ini muncul akibat kontroversi terkait Piala Dunia 2026 dan rencana penjualan saham FIFA ke pihak swasta, yang akhirnya dibatalkan, dilansir dari Detik Sport.

Infantino saat ini sedang berupaya mendapatkan dukungan penuh dari 211 anggota FIFA untuk pemilihan presiden FIFA yang akan datang. Namun, ia mendapat mosi tidak percaya dari sejumlah anggota, termasuk RBFA, yang kecewa atas perlakuan FIFA dalam kasus kartu merah pemain Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Balogun awalnya mendapat kartu merah saat pertandingan melawan Bosnia-Herzegovina di babak sebelumnya, tetapi kartu itu dicabut sehingga ia dapat bermain melawan Belgia di babak 16 Besar. FIFA membatalkan kartu merah tersebut setelah adanya intervensi dari Presiden AS Donald Trump, yang menimbulkan kontroversi besar.

RBFA menilai keputusan tersebut tidak transparan dan merusak kredibilitas kepemimpinan Infantino serta jajaran FIFA. Mereka menuntut agar masalah ini dibahas kembali dalam rapat besar FIFA pada bulan Oktober mendatang.

"Kami tidak akan mendukung pencalonan Infantino lagi sebagai presiden FIFA untuk ketiga kalinya. Ini terkait rencana penjualan saham FIFA dan juga penangguhan hukuman kartu merah Striker Timnas AS Folarin Balogun di Piala Dunia 2026," ujar pernyataan RBFA yang dikutip The Athletic.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed