Herve Renard Targetkan Kebangkitan Tunisia Saat Hadapi Jepang
Pelatih baru Tim nasional Tunisia Herve Renard mengusung misi kebangkitan taktis menjelang laga krusial melawan Jepang pada pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2026 di Meksiko. Penunjukan juru taktik berusia 57 tahun tersebut dilakukan setelah Tunisia memecat Sabri Lamouchi akibat kekalahan telak 1-5 dari Swedia, yang melengkapi catatan buruk kebobolan sepuluh gol dalam dua laga terakhir. Renard yang memiliki rekam jejak membawa Arab Saudi mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022 kini menghadapi tantangan berat untuk membawa Tunisia lolos ke babak 32 besar menghadapi Jepang yang sedang percaya diri tinggi.
"I found a receptive group, determined to play with a spirit of revenge for this second match," ujar Renard seperti dilansir dari vavel.com.
Mantan pelatih Timnas Wanita Prancis tersebut menyadari bahwa kedisiplinan tinggi dari skuad Samurai Biru menuntut kerja keras ekstra dan pengorganisasian tim yang sempurna dari anak asuhnya. "Everyone is aware of the extra effort which will be required against this Japanese team who are very disciplined," lanjut Renard.
Renard menambahkan bahwa kekuatan kolektif yang rapi saat menguasai maupun tanpa bola menjadi kunci utama untuk meredam agresivitas lini serang Jepang yang dihuni banyak pemain Liga Utama Inggris. "Our collective strength must be impeccable in order to face this team and the most important thing is to be well-organized with and without the ball," tegas Renard.
Pelatih yang pernah menangani Cambridge United pada tahun 2004 itu juga berharap motivasi pembuktian diri setelah dipecat dari kursi pelatih Arab Saudi pada April lalu dapat memberikan dampak positif bagi timnya. "There is a spirit of revenge to be found and I hope that this will make the difference but talking is easy, now we must act," tambah Renard. Guna menghadapi tim Jepang yang sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Belanda, Renard menekankan pentingnya kerja sama tim yang solid untuk bergerak dan bertahan secara bersama-sama.
"We need to play as a team, a team who is determined to move forward together and defend together," ucap Renard.
Dalam upaya menciptakan kejutan besar di turnamen ini, Renard merefleksikan keberhasilan Tanjung Verde yang mampu menahan imbang Spanyol sebagai sumber motivasi bagi skuadnya. "The competition is a little bit different for sure than before and the games are very tough even for the favourites," ungkap Renard. Dengan organisasi permainan yang matang, pelatih yang telah memenangkan dua trofi Piala Afrika tersebut optimistis Tunisia mampu bersaing dan mengikuti jejak hasil mengejutkan dari tim-tim non-unggulan lainnya.
"I think the big example is Cape Verde’s draw with Spain so this gives us big hope because when you are well-organised, together and able to compete we can follow these results," kata Renard.
Renard juga menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kebanggaan nasional serta memberikan kebahagiaan bagi para pendukung Tunisia setelah kekecewaan besar pada laga pembuka. "It is important not to be scared about anything," tutur Renard.
Melalui konferensi pers tersebut, Renard menunjukkan keyakinan tinggi untuk mengubah situasi sulit Tunisia dan meminta timnya menghormati lawan tanpa rasa takut. "We need to respect them but we don’t fear them and there are no excuses to be made about that," jelas Renard.
Pertandingan ini dinilai menjadi momentum penting untuk mengembalikan senyuman dan harapan baru bagi publik Tunisia. "It is a match which can bring back smiles and hope to people who are coming out of a disappointing result in the first match," ujar Renard. Sebagai penegasan akhir atas mentalitas pemenang yang diusungnya, Renard menyatakan komitmen penuh skuadnya untuk mengamankan poin penuh dalam laga ini.
"Very simply, if we thought we couldn’t win this match, it’s best to go home," pungkas Renard.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow