PT RPE Pasok Biometana dari Limbah Sawit ke PTGN

Smallest Font
Largest Font

PT reNIKOLA Primer Energi menjalin kerja sama jangka panjang dengan PT Pertagas Niaga untuk menyalurkan gas biometana terkompresi yang berasal dari delapan pabrik kelapa sawit milik PTPN IV pada Rabu, 19 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Pengembangan biometana terklaster pertama dan terbesar di Indonesia ini mengintegrasikan gas terbarukan ke dalam jaringan pasokan terpusat. Proyek bernilai investasi 40 juta Dolar AS tersebut diproyeksikan mampu memproduksi lebih dari 830.000 MMBtu gas biometana setiap tahunnya.

Langkah komersial ini menjadi fondasi awal untuk membangun ekosistem penyaluran biometana langsung ke jaringan gas nasional. Pasokan bahan bakar ramah lingkungan tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri serta membuka ratusan lapangan kerja baru di daerah.

Chief Executive Officer sekaligus Direktur PT RPE Amran Yusof menjelaskan bahwa kesepakatan ini mengoptimalkan potensi limbah pertanian menjadi sumber energi terbarukan.

"Perjanjian ini merupakan pencapaian penting dalam upaya kami untuk mengoptimalkan potensi nilai biometana di Indonesia. Dengan mensinergikan pemasok bahan baku, penyedia infrastruktur gas, dan permintaan pasar jangka panjang, kami membangun ekosistem biometana terukur yang membuktikan bagaimana limbah pertanian dapat diubah menjadi sumber energi terbarukan yang andal," kata Amran Yusof.

Dalam skema kerja sama ini, PTGN berperan sebagai pembeli siaga yang akan menyerap pasokan CBG dari PT RPE selama masa kontrak 15 tahun. Penyaluran gas terbarukan ke konsumen industri memanfaatkan jaringan distribusi gas alam yang telah ada saat ini.

Guna mendukung integrasi tersebut, PERTAGAS bakal membangun stasiun injeksi biometana khusus pertama di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Fasilitas ini akan menghubungkan pabrik pengolahan biometana ke jaringan distribusi gas nasional.

President Director PTGN Toto Yulianto menegaskan pentingnya peran gas terbarukan dalam mendukung transisi energi di sektor industri.

"Gas terbarukan memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi Indonesia, khususnya bagi konsumen industri yang membutuhkan solusi energi rendah karbon. Melalui kolaborasi ini, kami menciptakan jalur bagi biometana untuk diintegrasikan ke dalam jaringan gas yang telah tersedia, memperluas akses terhadap energi yang lebih bersih sekaligus memanfaatkan infrastruktur yang ada secara optimal," kata Toto Yulianto.

Selain manfaat ekonomi, proyek ini mampu menangkap emisi metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit yang berpotensi merusak lingkungan. Pengolahan limbah ini diperkirakan dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 320.000 ton ekuivalen CO₂ per tahun, atau setara dengan mencegah pembakaran 161 juta kilogram batu bara.

Direktur Utama PTPN IV Jatmiko menambahkan bahwa pemanfaatan limbah cair kelapa sawit menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan rendah karbon.

"Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan prinsip keberlanjutan kegiatan operasional kami sekaligus menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang ada. Dengan mengubah emisi metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi energi terbarukan, kami menunjukkan bagaimana industri kelapa sawit dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan rendah karbon di Indonesia," kata Jatmiko.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed