Rumah Ayahnya Terbakar di Muna Barat, Saddil Ramdani Beri Apresiasi Persib

Smallest Font
Largest Font

Penyerang sayap Persib Bandung Saddil Ramdani menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan manajemen dan rekan setimnya setelah rumah orang tuanya di Muna Barat, Sulawesi Tenggara, ludes terbakar pada Jumat (14/8/2026) sore.

Musibah kebakaran tersebut melanda kediaman ayah Saddil, La Pantasi, saat sang pemain sedang bersiap mengikuti pemusatan latihan Persib di Bali jelang Super League 2026-2027. Menurut Kapolsek Lawa Ipda Jaman, api menghanguskan bangunan semi permanen seluas 114,5 meter persegi beserta seluruh isinya saat pemilik rumah tidak berada di tempat.

Insiden yang pertama kali diketahui oleh warga bernama Samsuddi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp150 juta. Kerugian mencakup harta benda seperti perabotan kayu, dua springbed, serta barang elektronik berupa televisi, kulkas, hingga dua unit ponsel.

Mendengar kabar duka tersebut, jajaran manajemen Persib termasuk Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar dan para pemain memberikan donasi. Pelatih kepala Igor Tolic juga memberikan libur tambahan agar Saddil dapat pulang mengurus keluarganya.

"Pertama-tama ingin mengucapkan sebesar-besarnya buat keluarga besar Persib Bandung, terutama kepada Pak Bos, Pak Umuh Muchtar," ucap Saddil.

Pemain kelahiran Raha itu menegaskan bahwa uluran tangan tersebut sangat meringankan beban moral dan finansial keluarganya di kampung halaman.

"Kemudian teman-teman rekan-rekan tim yang sudah mendonasi dan membantu kebakaran yang berada di Muna Barat terkhusus juga buat bapak saya sendiri," sambungnya.

Saddil terharu dengan perhatian intensif yang terus mengalir dari internal skuad Maung Bandung selama periode sulit ini.

"Saya sangat mengapresiasi apa yang menjadi bantuan dan saya dan orang tua keluarga sangat terbantu oleh apa yang sudah diberi oleh teman-teman semua."

Rasa terima kasih kembali ia sampaikan mewakili keluarga besar yang kehilangan tempat tinggal mereka.

"Sekali lagi, saya dan juga keluarga berterima kasih atas bantuannya," ujar Saddil.

Di tempat berbeda, Saddil mengulangi rasa syukurnya secara khusus atas kepedulian petinggi klub di Bandung pada Sabtu (22/8/2026).

"Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya buat keluarga besar Persib, terutama kepada pak Haji Umuh Muchtar yang telah memberikan bantuan untuk keluarga saya," kata Saddil Ramdani.

Ia menyebut donasi yang dikumpulkan para pemain sangat berarti bagi ayahnya yang terkena dampak langsung.

"Juga kepada rekan-rekan tim yang sudah mendonasikan dan membantu kebakaran yang berada di Muna Barat, khususnya buat bapak saya," imbuh Saddil Ramdani.

Dukungan tersebut membuat pihak keluarga merasa terpangku dan tidak berjuang sendirian.

"Sekali lagi, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada saya dan keluarga," ucap Saddil.

Saddil mengungkapkan keprihatinan atas musibah kehilangan tempat berlindung tempat ayahnya bermukim selama bertahun-tahun.

"Ya sekarang sedang prihatin ya karena Bapak juga kemarin terkena musibah. Jadi kami tetap memberikan dukungan, baik moral maupun itu dukungan lainnya," papar Saddil.

Dalam kesempatan lain, ia menegaskan kembali fokus dan pendampingan moral untuk sang ayah.

"Sekarang masih sedang prihatin karena Bapak juga kemarin terkena musibah. Jadi, kami tetap memberikan dukungan, baik moral maupun dukungan lainnya," tutur Saddil.

Meski dalam suasana duka, pemain bernomor punggung 67 itu memastikan tetap profesional dan siap membela Persib pada laga play-off AFC Champions League Two (ACL 2) 2026-2027 melawan Manila Digger FC asal Filipina.

"Kondisi skuad sangat bagus buat tim kami semua, untuk tim Persib Bandung. Karena yang menentukan adalah pelatih mengenai apa yang terbaik untuk tim ini. Terpenting, kami semua selalu siap memberikan yang terbaik musim ini," ucap Saddil.

Laga krusial Persib Bandung kontra Manila Digger FC dijadwalkan berlangsung pada Senin (31/8/2026) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

“Kami selalu optimistis karena bermain di kandang. Motivasi kami adalah tetap memenangkan pertandingan agar bisa lolos ke fase berikutnya,” kata pemain bernomor punggung 67 di Persib itu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed