Rupiah Menguat ke Rp17.695 per Dolar AS pada 3 September 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat 0,31 persen ke level Rp17.695 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 3 September 2026 pagi. Lonjakan ini menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja penguatan tertinggi di wilayah Asia.
Data Refinitiv mencatat mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak di zona hijau seiring pelemahan indeks dolar AS ke level 99,537. Selain rupiah, yen Jepang terapresiasi 0,25 persen, baht Thailand naik 0,18 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,17 persen. Sementara itu, peso Filipina dan yuan China turut mencatat penguatan tipis.
Penguatan mata uang kawasan terdorong oleh tekanan pada mata uang AS setelah yen Jepang melonjak pesat. Sentimen pasar terpengaruh oleh spekulasi pemeriksaan nilai tukar oleh otoritas Jepang serta sinyal kenaikan suku bunga dari Bank of Japan untuk meredam inflasi.
"Ini pergerakan yang cukup besar dan ini bisa menjadi waktu yang tepat bagi AS atau Jepang untuk setidaknya melakukan rate check, setelah komentar BOJ pagi ini," ujar Chris Scicluna, Head of Economic Research Daiwa Capital Markets Europe.
Di sisi lain, pergerakan dolar AS masih tertahan oleh kenaikan harga minyak mentah Brent akibat eskalasi ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran inflasi global yang berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
"Pasar jelas khawatir terhadap perkembangan terbaru AS-Iran," ujar Eric Theoret, Currency Strategist Scotiabank.
Perkembangan geopolitik tersebut sebelumnya telah menekan rupiah pada perdagangan Rabu, 2 September 2026, hingga membuat mata uang Garuda ditutup melemah di level Rp17.763 per dolar AS di pasar spot menurut data Bloomberg.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow