Rupiah Menguat ke Rp17.679 Pasar Soroti Kebijakan Bank Indonesia
Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencapai 105 poin hingga menyentuh level Rp17.679 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (3/9/2026). Pergerakan ini terjadi saat pelaku pasar mencermati arah kebijakan Bank Indonesia di bawah kepemimpinan baru.
Sesi perdagangan sebelumnya mencatat mata uang Garuda berada di posisi Rp17.763 per dolar AS. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan pergerakan mata uang domestik dipengaruhi oleh dinamika eksternal serta kondisi dalam negeri.
Fokus perhatian pasar saat ini tertuju pada langkah strategis Destry Damayanti yang resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia sejak Rabu (2/9/2026). Ia mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin bank sentral nasional tersebut.
Penguatan stabilitas ekonomi serta dukungan terhadap pertumbuhan nasional menjadi landasan utama yang diusung kepemimpinan baru. Strategi tersebut dijalankan melalui tiga prinsip dasar, yaitu memberikan dampak nyata, bersifat inklusif, dan terintegrasi dalam skema Sinergi Merah Putih.
"Dalam sidang penetapannya, ia berkomitmen untuk menjaga kebijakan tetap responsif terhadap tantangan ekonomi sembari mendorong stabilitas dan mendukung pertumbuhan," jelas Ibrahim Assuaibi kepada wartawan.
Sektor domestik masih menyisakan tantangan berupa potensi kenaikan inflasi beberapa bulan ke depan. Risiko tersebut dipicu oleh tingginya biaya logistik dan input produksi, lonjakan harga energi, hingga kendala pasokan pangan akibat El Niño.
Koordinasi erat antara bank sentral dan kementerian terkait menjadi langkah krusial untuk menjaga iklim sektor riil tetap kondusif. Di sisi eksternal, kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka panjang dari bank sentral negara maju terus membayangi arus modal serta menekan posisi rupiah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow