Saham Sektor Energi Melonjak Akibat Kenaikan Harga Batu Bara
Indeks sektor energi (IDXENERGY) memimpin penguatan Bursa Efek Indonesia pada Senin (7/9/2026) pagi setelah melambung 1,43 persen. Lonjakan ini didorong oleh menguatnya saham emiten batu bara nasional menyusul kenaikan harga batu bara termal Newcastle mendekati rekor tertinggi 52 minggu.
Hingga pukul 09.19 WIB, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan kenaikan 4,76 persen ke posisi Rp220 per saham, setelah sempat dibuka stagnan di level Rp210 pada awal sesi pertama. Emiten dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp81 triliun ini menjadi salah satu penopang utama pergerakan sektor tambang.
Penguatan juga terjadi pada emiten sejenis, seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 4,22 persen ke level Rp11.725 per saham, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 3,47 persen, serta PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) yang tumbuh 2,54 persen. Saham KKGI, BYAN, ITMG, INDY, dan ABMM turut mencatatkan tren positif di rentang 0,70 hingga 1,99 persen.
Sentimen positif pasar disokong oleh pergerakan Newcastle Coal Futures kontrak September 2026 yang menguat 1,12 persen dan ditutup pada posisi USD148,65 per ton pada Jumat (4/9/2026). Tren kenaikan ini konsisten terjadi dari posisi USD146,60 per ton pada 2 September dan USD147 per ton pada 3 September.
Ketatnya pasokan energi di kawasan Asia menjadi faktor fundamental pendukung. Pasokan batu bara global berpotensi semakin terbatas akibat gangguan produksi di China serta penerapan kerangka baru tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia melalui PP Nomor 24 Tahun 2026 dan Permendag Nomor 15 Tahun 2026.
Selain itu, tekanan pada pasokan LNG global membuat batu bara tetap menjadi pilihan ekonomis untuk pembangkit listrik di Asia. Lembaga keuangan Westpac memproyeksikan harga batu bara termal Newcastle berpeluang menembus puncaknya di kisaran USD145 per ton pada kuartal III-2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow