San Antonio Spurs Tekuk New York Knicks di Game 3 Final NBA
San Antonio Spurs memangkas ketertinggalan menjadi 2-1 setelah menundukkan New York Knicks dengan skor 115-111 pada laga Game 3 Final NBA di Madison Square Garden pada Senin malam waktu setempat. Kemenangan tersebut sekaligus memutus rekor 13 kemenangan beruntun milik Knicks di babak playoff serta menunda ambisi tim tuan rumah untuk meraih gelar juara pertama mereka sejak tahun 1973. Victor Wembanyama tampil dominan dengan mengemas 32 poin, delapan rebound, dan enam assist untuk membawa Spurs bangkit pasca kekalahan di dua gim pertama.
Laga pertama Final NBA di Madison Square Garden sejak 1999 ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Presiden Donald Trump yang sempat mendapat sorakan cemooh dari penonton saat ditampilkan di layar arena.
Pelatih New York Knicks, Mike Brown, mengakui bahwa tingginya perhatian media dan atmosfer yang sangat ramai di luar lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak asuhnya. "You know, right now, the amount of media and noise that’s outside is something that the guys, most guys, haven’t seen," ujar Mike Brown, Pelatih New York Knicks.
Brown menambahkan bahwa dirinya terus mengingatkan para pemain agar tetap fokus pada penguasaan bola demi menghindari gangguan dari luar. "And so trying to continue to ignore it; they are human, so they are going to hear some of it, and going to try to continue to ignore it by telling them or constantly reminding them about it is huge, so that they don’t get distracted from the task at hand, which is the next game or the next possession," kata Mike Brown, Pelatih New York Knicks.
Di kubu lawan, pelatih San Antonio Spurs, Mitch Johnson, sudah mengantisipasi bahwa tekanan dari suporter tuan rumah di New York akan sangat intens. "This will be as hostile of an environment as we have been in this season," cetus Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs. Meski demikian, Johnson menegaskan bahwa skuad Spurs berada dalam kondisi siap dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk menghadapi tekanan tersebut.
"Obviously, it’s the Finals. It’s New York. I don’t know what measurement or level of explanation would probably describe it accurately," tutur Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs.
Johnson memuji mentalitas anak asuhnya yang tetap tenang menghadapi lawan yang sedang bermain dengan performa puncak. "But I think our group is confident. I think our group has been sharp.
I think we are continuing to get clarity on how we need to play this series as we have in the previous three series," ucap Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs. Johnson juga mengapresiasi watak serta pembawaan timnya menjelang mulainya pertandingan krusial tersebut.
"And we’re playing a team that’s playing high, high-level basketball right now with a ton of confidence. I love where our disposition and temperament is at going into the game," pungkas Mitch Johnson, Pelatih San Antonio Spurs.
Di sisi lain, kehadiran Presiden Trump memicu pengetatan keamanan berupa pemasangan pagar perimeter setinggi 10 kaki dan pemberlakuan zona steril di sekitar arena oleh Kepolisian New York. Langkah pengamanan ketat ini memicu kritik dari beberapa pendukung setia Knicks yang merasa kenyamanan mereka terganggu.
"He could have picked any other day. This night is for the fans," kata Joanne Cadden, Pendukung New York Knicks. Cadden menilai bahwa kehadiran presiden dan barikade pemeriksaan yang ketat membuat area sekitar stadion terasa tidak menyenangkan.
"You’re making people go away from the Garden. This wasn’t the time," keluh Joanne Cadden, Pendukung New York Knicks. Cadden juga mengkritik visual pemeriksaan keamanan di sekitar arena pertandingan. "This looks like prison," tambah Joanne Cadden, Pendukung New York Knicks.
Keluhan serupa disampaikan oleh suporter lain yang menilai sterilisasi wilayah mengganggu tradisi berkumpulnya para fans.
"It changed everything," ujar Rich Becker, Pendukung New York Knicks. Becker mempertanyakan urgensi kedatangan sang presiden karena berdampak pada pembatalan acara nonton bareng di luar area stadion. "Should he be here?
I don’t think he should, but he’s coming. He used to be a Knicks fan. He spent a lot of time at the Garden back in the day.
But now it’s a little different. Just stay away," kelakar Rich Becker, Pendukung New York Knicks.
Becker juga mencemaskan proses pemeriksaan yang lambat akan membuat penonton terlambat masuk ke dalam arena.
"There is some concern," ungkap Rich Becker, Pendukung New York Knicks. Becker mengkhawatirkan kapasitas kursi penonton tidak akan terisi penuh saat pertandingan dimulai.
"Not everybody’s going to be in their seats by tip-off," jelas Rich Becker, Pendukung New York Knicks. Namun, bagi sebagian penonton senior, ketatnya pengamanan tidak mengurangi esensi dari partai final sejarah ini.
"This is amazing," kata Tom Meade, Pendukung Veteran New York Knicks. Meade menilai atmosfer pertandingan ini sangat luar biasa dan menyamakannya dengan era kejayaan klub di masa lalu. "The only thing close to it was the Willis Reed and Walt," pungkas Tom Meade, Pendukung Veteran New York Knicks.
Pertandingan Game 4 dijadwalkan kembali berlangsung di Madison Square Garden pada Rabu malam sebelum seri beralih ke San Antonio untuk Game 5 hari Sabtu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow