Sandro Tonali Resmi Bergabung ke Tottenham Hotspur

Smallest Font
Largest Font

Gelandang asal Italia, Sandro Tonali, resmi menyelesaikan kepindahan senilai 100 juta poundsterling dari Newcastle United ke Tottenham Hotspur pada Juli 2026. Keputusan tersebut diambil setelah ia melakukan diskusi langsung dengan manajer anyar Spurs, Roberto De Zerbi.

Transfer ini menjadikan Tonali sebagai pemain termahal dalam sejarah Tottenham Hotspur. Selain mendatangkan Tonali, Spurs juga merombak lini tengah mereka dengan memboyong Mateus Fernandes dari West Ham United seharga 85 juta poundsterling, serta mendaratkan Jan Paul van Hecke, Marcos Senesi, Andy Robertson, dan Martin Dubravka.

Sebelum memilih bergabung dengan kubu North London, Tonali sempat menjadi incaran klub Premier League lainnya, Manchester City. Sang pemain bersama istrinya sempat berencana untuk kembali berkarier di Italia, namun keterbatasan finansial klub-klub Serie A membuat skenario tersebut tidak terwujud.

Tonali mengungkapkan pertimbangan utamanya saat memutuskan berpisah dengan Newcastle United, di mana ia memprioritaskan agar mantan klubnya mendapatkan nilai transfer terbaik.

"Hal pertama adalah mendapatkan kesepakatan terbaik untuk Newcastle. Saya bertemu dengan beberapa orang terbaik untuk sepak bola di sana. Mereka mencintai sepak bola.

Mereka hidup untuk sepak bola. Ketika saya memutuskan untuk pindah, saya katakan kepada agen saya dan Ross Wilson bahwa saya menginginkan kesepakatan terbaik untuk Newcastle karena mereka pantas mendapatkan segalanya. Inilah sepak bola.

Terkadang Anda harus memahami bagaimana segala sesuatu dalam hidup Anda bisa berubah dalam lima menit," kata Sandro Tonali, pemain tengah Tottenham Hotspur.

Gelandang berusia 26 tahun itu menjelaskan situasi yang dihadapinya terkait nilai transfer tinggi yang ditetapkan Newcastle sehingga menghambat peluangnya kembali ke tanah airnya.

"Kami tinggal selama tiga tahun di Newcastle dan setelah tiga tahun, kami berbicara bersama, saya dan keluarga saya. Itu tidak mungkin karena masalah uang. Untuk gaji, Anda bisa berbicara kapan saja, tetapi jika Anda tidak menemukan uang untuk nilai transfer, Anda tidak memiliki kesempatan untuk pindah.

Inggris adalah solusi kami dan kami menemukan solusi terbaik di Inggris untuk saya, untuk karier saya, untuk sepak bola saya, untuk kebahagiaan saya, untuk keluarga saya. Saya berbicara dengan dua tim. Saya memahami setelah 10, 15 menit bahwa Tottenham akan menjadi tim saya berikutnya," ujar Sandro Tonali, pemain tengah Tottenham Hotspur.

Ia menegaskan komitmennya untuk kembali ke Serie A yang akhirnya kandas karena kendala biaya pasar transfer.

"Kami telah memutuskan untuk kembali ke Italia [dan bergabung dengan klub Serie A] tetapi itu tidak mungkin karena masalah uang..." kata Sandro Tonali, pemain tengah Tottenham Hotspur.

Komunikasi intensif dengan De Zerbi dan jajaran direksi Spurs menjadi faktor kunci yang meyakinkan Tonali untuk memantapkan pilihan ke Tottenham Hotspur.

"Setelah musim lalu, saya berbicara dengan istri saya. Kami ingin mengubah hidup kami. Bukan hanya kotanya.

Kami ingin mengubah segalanya. Kami berbicara dengan dua klub. Ketika kami berbicara dengan Tottenham, kami memutuskan untuk berikrar pada tim ini.

Mereka berbicara dengan 100 persen passion, 100 persen keseriusan. Untuk kota ini, untuk kehidupan saya di luar sepak bola untuk keluarga saya, OK, itu seperti 10 persen. Roberto dan direktur yang membuat perbedaan dalam kesepakatan ini.

Saya berbicara setelah dua menit dengan istri dan keluarga saya dan saya berkata, 'Mungkin ini akan menjadi salah satu keputusan terbaik dalam karier saya'. Dia memberi tahu saya, 'Kamu memiliki 100 persen kontrol atas keputusan ini'," kata Sandro Tonali, pemain tengah Tottenham Hotspur.

Manajer Roberto De Zerbi juga memberikan gambaran jelas mengenai proyek serta tantangan yang akan dihadapi tim pada musim mendatang.

"Roberto mengatakan proyek ini akan berat tetapi akan sempurna untuk saya, untuk Anda, untuk kota ini, dan kita bisa menjalani salah satu musim terbaik karena kita memiliki pemain-pemain besar. Kita hanya harus memberikan banyak kerja keras," kata Sandro Tonali, pemain tengah Tottenham Hotspur.

Mengenai beban nilai transfernya yang fantastis, Tonali mengaku siap menghadapi tekanan tersebut sebagai pemain profesional.

"Anda harus memahami bahwa inilah sepak bola. Harganya berbeda sekarang dibandingkan 10 tahun lalu. Saya tahu saya memiliki banyak tekanan tetapi saya tahu saya seorang pemain sepak bola, saya tahu tanggung jawab saya, saya tahu tim ini, saya tahu orang-orang di sini.

Saya harus bermain seperti pemain biasa, pemain Tottenham biasa, dengan passion, menyalurkan energi saya setiap hari. Ini bukan 1 juta, 10 juta, atau 100 juta poundsterling. Anda hanya harus menjadi pemain yang penuh passion untuk manajer ini," kata Sandro Tonali, pemain tengah Tottenham Hotspur.

Tonali turut membandingkan pendekatan taktis antara mantan manajernya di Newcastle, Eddie Howe, dengan filosofi permainan yang diterapkan De Zerbi.

"Semua manajer berbeda. Saya menghabiskan tiga tahun bersama Eddie dan dia luar biasa, terutama bagi saya. Namun sekarang saya menemukan manajer berbeda yang banyak bekerja di lapangan, banyak dengan taktik, banyak dengan bola. Kami suka bermain dengan bola karena kami adalah tim besar dengan pemain-pemain besar," kata Sandro Tonali, pemain tengah Tottenham Hotspur.

Ikatan antara Tonali dan De Zerbi juga dipengaruhi oleh latar belakang daerah asal mereka di Brescia, Italia. De Zerbi dibesarkan dalam kultur suporter Brescia Calcio bersama ayahnya, Alfredo De Zerbi. Latar belakang keluarga serta krisis ekonomi tahun 1990-an membentuk karakter keras dan prinsip kerja De Zerbi sebagai pelatih.

Penulis buku Football According to Roberto de Zerbi, Salim Lamrani, mengulas pandangan hidup sang pelatih yang berpengaruh pada pendekatan manajemennya.

"Datang dari latar belakang yang sederhana, kesuksesan tidak pernah membuatnya meninggalkan prinsip atau nilainya. Dia tetap menjaga prinsip kepedulian dan kedermawanan yang ditanamkan oleh orang tuanya dan tidak pernah mengingkari asal-usul sosialnya. Dia tahu persis di sisi mana dia berdiri: bersama rakyat.

Secara insting dia memihak mereka yang tertindas. Itu mencerminkan wataknya yang memberontak, yang dibentuk oleh perjalanan hidupnya sendiri," kata Salim Lamrani, penulis buku keolahragaan.

Lamrani menambahkan bahwa De Zerbi memiliki keterikatan emosional yang sangat kuat dengan para pendukung di tribun stadion.

Sikap De Zerbi terhadap kota kelahirannya pernah terlihat jelas saat mengarsiteki Marseille ketika berhadapan dengan Atalanta di Liga Champions.

"Saya lahir di Brescia, seratus meter dari stadion; saya adalah seorang tifoso Brescia - itu ada dalam DNA keluarga saya - dan bagi kami, bertanding melawan Atalanta seperti derby yang sengit; kami akan memikirkannya dari Senin hingga Minggu," kata Roberto De Zerbi, manajer Tottenham Hotspur.

Ayah De Zerbi, Alfredo, dahulu aktif mengorganisir tur tandang suporter Brescia. Mantan staf administrasi Brescia, Rosanna Pedrollo, mengenang sosok ayah sang pelatih.

"Dia selalu ada di sekitar stadium pada masa-masa itu. Dia mengorganisir perjalanan tandang, tahu pemain mana yang akan mengunjungi klub suporter mana dan kapan. Dia mengurus semuanya.

Alfredo adalah penggemar berat sepak bola. Dia adalah karakter yang penuh passion, berapi-api, dan seorang ayah yang luar biasa. Dia adalah orang yang lembut, tetapi penuh energi di saat yang sama.

Sangat sopan, tetapi tidak pernah takut mengatakan apa yang dia pikirkan, apakah orang setuju dengannya atau tidak. Tidak banyak orang seperti dia di sepak bola saat ini. Semuanya telah begitu banyak berubah.

Dia memberikan passion miliknya kepada klub," kata Rosanna Pedrollo, mantan staf administrasi Brescia.

Pedrollo juga menegaskan keinginan mendalam Alfredo semasa hidup terhadap karier putranya.

"Itu saya ketahui secara pasti, karena dia membagikannya kepada saya berkali-kali," kata Rosanna Pedrollo, mantan staf administrasi Brescia.

Tottenham Hotspur dijadwalkan menghadapi Chelsea dalam laga uji coba pramusim di Sydney, sebelum memulai laga pembuka Premier League melawan Brentford pada 22 Agustus 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed