Sassuolo Tekuk Juventus 3-2 Lewat Gol Dramatis Vasilije Adzic
Sassuolo menaklukkan Juventus dengan skor 3-2 dalam laga dramatis pekan keempat Serie A di Mapei Stadium pada Minggu, 13 September 2026, setelah pemain pinjaman dari Juventus, Vasilije Adzic, mencetak gol penentu pada menit ke-94.
Hasil ini menahan laju tim tamu yang dilatih Luciano Spalletti untuk merebut puncak klasemen, sekaligus mencatatkan rekor sejarah pertama kalinya Juventus bertanding di Serie A tanpa menurunkan satu pun pemain non-kiper berkebangsaan Italia sebagai starter.
Gol pembuka Sassuolo dicetak oleh Sebastiano Esposito pada menit ke-65 memanfaatkan umpan terobosan Nemanja Matic, sebelum Edon Zhegrova menyamakan kedudukan untuk Juventus pada menit ke-82. Kieran Bowie kembali membawa Sassuolo unggul di menit ke-89, tetapi Zhegrova mencetak gol keduanya pada menit ke-91 sebelum tembakan Adzic mengunci kemenangan tuan rumah.
Kekalahan ini memperberat langkah Juventus yang sedang melakoni krisis pemain akibat badai cedera, termasuk absennya kapten Manuel Locatelli yang harus menjalani operasi lutut.
"Saya tidak akan berbicara lagi tentang pemain yang cedera, niat kami adalah melangkah melampaui situasi ini," kata Luciano Spalletti, Pelatih Juventus.
Spalletti menilai ketiadaan pemain kunci seharusnya menjadi pemicu tanggung jawab kolektif di lapangan bagi anggota skuad lainnya.
"Kami prihatin untuknya, dia adalah seseorang yang tidak melepas jersey Juve bahkan setelah mandi, tetapi ketiadaannya membagikan tanggung jawab kepada semua orang," ujar Luciano Spalletti, Pelatih Juventus.
Pelatih Juventus tersebut juga memberikan pujian terhadap etos kerja penyerang barunya, Randal Kolo Muani, yang terus beradaptasi dengan taktik tim.
"Dia sudah hadir di lapangan ketimbang pada jam makan malam, dia lebih memilih menghabiskan waktu lima jam di sini bersama beberapa rekan timnya," kata Luciano Spalletti, Pelatih Juventus.
Sebelum pertandingan digelar, Direktur Utama Juventus Giovanni Carnevali mengungkapkan perasaannya saat kembali ke markas Sassuolo setelah mengabdi selama 12 tahun di sana.
"Ini indah, tiga belas tahun tidak mudah dilupakan begitu saja. Senang bisa bertemu kembali dengan banyak orang dan teman-teman di sini," kata Giovanni Carnevali, Direktur Utama Juventus.
Carnevali menyatakan pihak manajemen telah bekerja maksimal untuk meramu tim di tengah keterbatasan masa transfer.
"Ini bukan hanya masalah waktu, tetapi kami juga melakukan refleksi terhadap kualitas para pemain. Kami berhasil menyatukan sesuatu yang bisa kami lakukan hanya dalam tiga bulan, mungkin ada yang bisa dilakukan lebih, tetapi kami puas," ujar Giovanni Carnevali, Direktur Utama Juventus.
Langkah kepemimpinan Carnevali di Reggio Emilia sebelumnya mendapat apresiasi tinggi dari manajemen tuan rumah.
"Giovanni adalah salah satu direktur olahraga terbaik yang kami miliki di Italia. Saya beruntung bisa bekerja dengannya selama 11 tahun dan belajar banyak darinya," kata Fabris, Direktur Utama Sassuolo.
Di sisi lain, Direktur Olahraga Sassuolo Francesco Palmieri memuji potensi penyerang Sebastiano Esposito yang diturunkan sejak awal laga.
"Samo contenti per quello che e stato fatto, abbiamo cercato di allestire una squadra competitiva per una stagione che sara dura. Abbiamo scelto un allenatore giovane, costruendo una squadra che possa essere adeguata alle sue idee," kata Francesco Palmieri, Direktur Olahraga Sassuolo.
Palmieri meyakini pemain muda tersebut dapat memberikan kontribusi besar bagi skema permainan tim.
"Esposito? Saya yakin dia memiliki kualitas luar biasa, dia datang di akhir bursa transfer tetapi kami berharap malam ini dia bisa menunjukkan seluruh bakatnya," ujar Francesco Palmieri, Direktur Olahraga Sassuolo.
Di kubu Juventus, rekrutan anyar Nick Woltemade membagikan pengalamannya bekerja sama dengan pelatih Spalletti sejak bergabung ke Turin.
"Segera setelah saya melihatnya, saya berpikir: 'aura', saya yakin saya akan menjadi pesepak bola yang lebih baik bersamanya," kata Nick Woltemade, Penyerang Juventus.
Woltemade juga mengungkapkan percakapan masa lalunya dengan Sandro Tonali sebelum memutuskan pindah ke Liga Italia.
"Saya memiliki hubungan yang luar biasa dengan Tonali, saya berbicara dengannya beberapa hari sebelum musim dimulai tentang kemungkinan kepindahan saya ke Juve, dan dia berkata kepada saya: 'Ah, pilihan yang bagus'," ujar Nick Woltemade, Penyerang Juventus.
Ia menambahkan bahwa rekan-rekannya di Newcastle United memberikan gambaran positif mengenai kompetisi sepak bola Italia.
"Keduanya selalu berbicara positif tentang liga Italia kepada saya, sekarang akhirnya saya juga bisa membicarakannya. Tonali kemudian menulis pesan untuk mengucapkan selamat atas penandatanganan kontrak saya di Juve, tetapi minggu ini saya belum sempat berbicara dengannya lagi," kata Nick Woltemade, Penyerang Juventus.
Mengenai pujian dari legenda klub Gianluigi Buffon yang membandingkannya dengan Zlatan Ibrahimovic, Woltemade mengaku sangat bangga.
"Disebutkan dalam satu kalimat dengan Ibrahimovic, terlebih lagi diucapkan oleh Buffon, rasanya luar biasa. Ketika Anda mendengar pemain tingkat ini berbicara tentang Anda, itu perasaan yang sangat menyenangkan, jadi saya sangat menghargainya ketika dia membandingkan saya dengan Ibrahimovic dan saya berharap suatu hari bisa mengatakan bahwa saya berhasil mengulangi apa yang telah dia capai. Buffon adalah seorang legenda, fakta bahwa dia menyebut nama saya saja sudah membuat saya bangga," ujar Nick Woltemade, Penyerang Juventus.
Penyerang asal Jerman tersebut mengagumi sosok Ibrahimovic sebagai panutan gaya bertandingnya sejak lama.
"Dia selalu menjadi panutan bagi saya. Dia adalah pemain yang suka saya tonton karena teknik, kemampuan, dan kelincahannya, saya belajar banyak dengan menyaksikannya. Dia selalu menjadi idola bagi saya," kata Nick Woltemade, Penyerang Juventus.
Woltemade menanggapi dengan santai metafora yang disampaikan Spalletti yang membandingkan dirinya dengan seekor kuda jenis Friesian.
"Saat saya pertama kali bertemu Spalletti bersama keluarga, saya berkata: 'Aura. Dia memiliki aura yang luar biasa. Dia tampak tenang, tetapi sangat jelas tentang apa yang dia inginkan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dia sangat membantu saya dan langsung bekerja keras dengan saya untuk membuat saya menjadi lebih baik. Saya yakin akan menjadi pemain yang lebih baik bersamanya'," ujar Nick Woltemade, Penyerang Juventus.
Ia menganggap analogi pelatihnya sebagai pujian atas fleksibilitas permainannya di lapangan.
"Spalletti membandingkan saya dengan kuda Friesian? Saya tahu perbandingan itu, saya belum pernah melihat ras kuda itu di Jerman, tetapi saya tahu tujuannya adalah menggambarkan saya sebagai pemain besar yang bagus dalam menguasai bola, pria baik yang bisa akrab dengan siapa saja. Saya berharap bisa melihat kuda itu secara langsung suatu hari nanti, untuk saat ini saya percaya padanya dan memegang kata-katanya," kata Nick Woltemade, Penyerang Juventus.
Sementara itu, pahlawan kemenangan Sassuolo, Vasilije Adzic, menceritakan perjalanan kariernya serta kenangan saat masih membela Juventus.
"Di sekolah saya selalu suka keluar dan bermain olahraga, terutama karena bola menarik perhatian saya sejak kecil. Ketika Anda masih anak-anak dan menghabiskan masa sekolah bersama teman-teman, itu adalah periode yang Anda ingat seumur hidup. Saya memiliki kenangan indah," kata Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Adzic menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada klub lamanya, Buducnost, yang membesarkan namanya.
"Saya harus banyak berterima kasih kepada Buducnost karena mereka memberi saya rasa percaya diri dan semua yang dibutuhkan pemain muda. Saya berusia 16 tahun ketika memainkan laga pertama untuk Buducnost dan mencetak gol indah. Itu terjadi pada 28 Agustus dan tanggal itu akan saya ingat seumur hidup," ujar Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Momen kepindahannya ke Juventus diakui Adzic sebagai tahapan penting dalam pembentukan karier profesionalnya.
"Ketika tiba di Juventus saya sangat bersemangat. Saya melakukan semua yang saya bisa untuk menunjukkan kualitas dan layak mendapatkan kesempatan ini di Italia," kata Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Ia merasa beruntung dapat menimba ilmu langsung dari para pemain bintang di Turin.
"Berlatih bersama para juara besar sangatlah penting. Saya berusia 18 tahun dan belajar banyak dari semua pelatih dan pemain," ujar Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Adzic juga memuji keberadaan tim muda Juventus yang memberikan wadah pembinaan terstruktur.
"Juventus Next Gen adalah sistem sangat bagus yang dibangun dengan baik oleh klub. Muharemovic tentu salah satu dari banyak pemain yang melewati proyek tersebut," kata Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Pengalaman debutnya bersama tim utama Juventus menjadi momen paling emosional bagi keluarga sang pemain.
"Keluarga saya berada di stadion saat saya debut untuk Juventus. Ketika saya masuk ke lapangan dan pertandingan selesai, saya melihat mereka berdua menangis," ujar Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Peristiwa tersebut menyadarkannya akan pencapaian kerja keras yang telah dilaluinya.
"Hari itu sungguh emosional. Mereka memberi tahu saya bahwa saya telah mencapai apa yang selalu saya impikan. Pada saat itu saya memikirkan semua yang telah saya lalui dan menyadari bahwa saya telah mewujudkan mimpi saya," kata Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Gol perdananya untuk Juventus saat melawan Inter Milan dalam Derby d'Italia menjadi salah satu kenangan paling berharga.
"Itu adalah Derby d'Italia. Saya mencetak gol pertama saya untuk Juventus dan tepat melawan Inter," ujar Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Adzic menegaskan penentuan kemenangan tersebut meninggalkan kesan mendalam dalam perjalanan kariernya.
"Itu adalah gol penentu kemenangan dan emosi itu akan saya bawa sepanjang hidup saya. Tanggal tiga belas September menempati tempat khusus di hati saya," kata Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Pendekatan taktik pelatih Alberto Aquilani menjadi alasan utama Adzic menerima pinangan Sassuolo.
"Pelatih memiliki ide yang sangat jelas, sedikit berbeda dari yang sering terlihat di Italia, karena dia selalu ingin bermain dengan bola. Saya menyukainya sejak hari pertama," ujar Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Komunikasi intensif dengan Aquilani membuatnya merasa yakin dengan keputusan peminjaman tersebut.
"Sebelum datang saya berbicara dengan Aquilani dan dia menjelaskan sistem permainannya. Saya menyukainya, dan ketika saya tiba saya langsung merasakan kepercayaannya," kata Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Pemain asal Montenegro itu optimistis dengan potensi yang dimiliki skuad Sassuolo musim ini.
"Kami memiliki tim kuat dengan pemain-pemain berkualitas tinggi. Mungkin saya sendiri sedikit terkejut dengan betapa banyaknya kualitas yang kami miliki. Saya pikir bersama-sama kami bisa melakukan hal-hal besar," ujar Vasilije Adzic, Gelandang Sassuolo.
Hasil pertandingan ini membuat Sassuolo dan Juventus sama-sama mengoleksi tujuh poin di papan klasemen sementara Serie A.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow