Serangan AS di Selat Hormuz Dorong Kenaikan Harga Minyak Mentah
Harga minyak mentah dunia melompat lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin (31/8) akibat lonjakan tensi geopolitik. Kondisi ini dipicu oleh aksi militer Amerika Serikat yang melancarkan serangan udara ke dua peluncur roket milik Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz.
Kenaikan harga komoditas energi tersebut dilansir dari Detik Finance yang mengutip data Reuters. Minyak mentah berjangka Brent melonjak US$ 2,22 atau naik 2,52 persen hingga bertengger di posisi US$ 90,32 per barel pada pukul 22.02 GMT.
Tren serupa juga dialami minyak mentah berjangka U.S. West Texas Intermediate (WTI). Jenis minyak ini terkerek naik US$ 2,01 atau 2,41 persen ke level US$ 85,41 per barel.
Gempuran militer AS pada Senin dini hari tersebut dikonfirmasi oleh pejabat pertahanan AS. Aksi ini tercatat sebagai gempuran langsung pertama dari pihak AS terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli lalu.
Penyerangan dilakukan lantaran pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tertangkap basah sedang bersiap meluncurkan roket bermuatan ranjau laut. Sasaran roket tersebut mengarah ke jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.
Pihak Iran langsung merespons gempuran militer tersebut dengan melancarkan balasan. Berdasarkan laporan Fox News yang mengutip sumber internal AS, Iran menargetkan markas pasukan AS yang berada di Yordania.
Gempuran balasan itu diklaim nyaris tidak membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan unggahan di platform X, hampir seluruh rudal yang mengarah ke pangkalan militer AS berhasil dicegat tanpa menimbulkan dampak berarti.
Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan awal AS di Pulau Larak telah memakan korban jiwa dan luka-luka dari kalangan personel militer serta warga sipil. Garda Revolusi Iran mengeluarkan ancaman keras dan menegaskan tindakan AS tersebut akan segera mendapat balasan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow