Serangan Drone Rusia Hantam Gudang Amunisi Ukraina 37 Orang Tewas
Serangan drone Rusia menghantam sebuah gudang amunisi militer Ukraina di Myla dekat distrik Bucha pinggiran Kyiv pada Jumat (28/8/2026) hingga Sabtu (29/8/2026) malam. Insiden tersebut memicu ledakan besar dan kebakaran yang menewaskan sedikitnya 37 orang serta melukai 42 lainnya.
Ledakan di fasilitas penyimpanan peluru, ranjau, dan pesawat nirawak tersebut merusak lebih dari 50 bangunan pemukiman sekitar, termasuk fasilitas panti jompo serta perawatan bagi lansia dan penyandang disabilitas. Otoritas setempat melaporkan lebih dari 370 warga telah dievakuasi dari kawasan terdampak. Salah satu korban tewas teridentifikasi sebagai Kepala Komunitas Dmytrivka, Taras Didych, yang meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan warga lain.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa gempuran drone langsung memicu ledakan skala besar dari amunisi yang tersimpan di lokasi tersebut.
"Dampak pertama terjadi di tempat penyimpanan amunisi yang seharusnya tidak ada di sana - sebuah gudang pasukan pertahanan. (Terjadi) ledakan peluru, ranjau, amunisi lain, dan drone dalam skala besar," kata Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.
Atas peristiwa ini, Zelenskyy menegaskan bahwa penegakan hukum melalui jalur pidana telah dibuka akibat dugaan kelalaian pejabat terkait aturan penyimpanan bahan peledak di area sipil.
"Ada peraturan yang berlaku; amunisi tidak boleh disimpan di dekat rumah atau area perumahan lainnya," kata Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.
Kecaman keras juga disampaikan jajaran pemerintahan atas berulangnya tragedi penyimpanan amunisi di kawasan padat penduduk setelah insiden serupa di Vyshneve pada Juli lalu.
"Di tahun kelima invasi skala penuh ini, mengulangi kesalahan yang sama terus-menerus merupakan bentuk kelalaian kriminal," ujar Serhii Koretskyi, Perdana Menteri Ukraina.
Pemerintah berjanji menindak tegas seluruh pihak yang membiarkan penempatan material berbahaya di dekat zona pemukiman.
"Setiap pihak yang bertanggung jawab, tanpa terkecuali, harus dijatuhi hukuman berat agar situasi seperti ini tidak terulang kembali," kata Serhii Koretskyi, Perdana Menteri Ukraina.
Warga lokal mengaku tidak menyadari keberadaan depot amunisi di lingkungan mereka sampai ledakan hebat terjadi.
"Kami mengira kami sedang dibom. Tidak ada yang tahu bahwa itu adalah ledakan amunisi," ujar Yana Doneli, warga kota terdekat.
Gelombang serangan drone Rusia bersenjata dan berkecepatan tinggi ini terus menerus menyasar fasilitas infrastruktur di sekitar ibu kota Kyiv. Kondisi tersebut memicu ancaman krisis pertahanan udara Ukraina yang kini mengalami kekurangan rudal pencegat Patriot.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow