Serangan Rudal Rusia di Stasiun Kvitneve Tewaskan 8 Sipil
Sebanyak delapan warga sipil tewas akibat pemboman Rusia di stasiun kereta api Kvitneve, Distrik Brovary, Wilayah Kyiv, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Para korban dihantam serangan saat berada di peron akibat tertinggal jadwal keberangkatan kereta terakhir.
Kepala Administrasi Negara Distrik Brovary, Vitalii Bihun, mengonfirmasi bahwa keterlambatan jadwal kereta membuat sejumlah warga terpaksa menunggu di stasiun hingga pemboman terjadi. Selain menewaskan delapan orang, serangan udara tersebut juga menyebabkan kehancuran parah di lima lokasi terpisah di seluruh distrik.
"Saat ini saya berada di stasiun Kvitneve, di mana, sayangnya, kami mencatat jumlah korban tewas dan luka-luka tertinggi. Semalam, kereta sedikit terlambat dan orang-orang ketinggalan kereta terakhir mereka. Saat ini, kami mengonfirmasi delapan orang tewas," kata Kepala Administrasi Negara Distrik Brovary, Vitalii Bihun.
Gelombang pemboman ini turut merusak fasilitas logistik utama milik pengecer makanan Fozzy Food, infrastruktur sipil lainnya, serta sejumlah bangunan tempat tinggal warga. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kebakaran besar yang melanda salah satu pusat logistik kargo terbesar di Ukraina tersebut.
"Saat ini, kami memiliki konfirmasi mengenai delapan orang yang meninggal dunia, tiga orang lainnya masih dalam proses klarifikasi kondisinya, dan sekitar 12 orang saat ini berada di rumah sakit menerima perawatan medis darurat," kata Vitalii Bihun.
Serangan pada malam hari tersebut melibatkan peluncuran lebih dari 30 rudal balistik ke arah ibu kota Kyiv dan sekitarnya. Menurut Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, hantaman langsung di wilayah ibu kota menewaskan satu orang dan melukai 26 lainnya, dengan 16 korban luka harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit daerah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow