Singapura Kirim 33 Polisi dan Ahli Forensik Bantu Identifikasi Korban Banjir Nepal

Smallest Font
Largest Font

Singapura mengirimkan kontingen berjumlah 33 personel gabungan dari kepolisian dan ahli forensik ke Nepal untuk mendukung proses identifikasi korban dan penanganan bencana banjir bandang yang melanda perbatasan Nepal-Tibet, China.

Tim awal berjumlah 19 orang telah berangkat pada 1 dan 2 September 2026, terdiri dari 17 anggota Singapore Police Force (SPF) dan dua petugas dari Divisi Kedokteran Forensik Health Sciences Authority (HSA). Sisanya akan menyusul dalam beberapa hari sehingga total tim mencapai 33 personel. Mereka dipimpin oleh Assistant Commissioner of Police Patrick Tan.

Personel Singapura memiliki keahlian dalam identifikasi korban bencana (disaster victim identification) dan pengawasan udara. Pengiriman ini mengikuti permintaan bantuan dari pemerintah Nepal setelah bencana yang terjadi sejak 26 Agustus 2026 itu menimbulkan kerusakan besar dan banyak korban jiwa.

Second Minister for Foreign Affairs sekaligus Second Minister for Home Affairs Singapura, Sim Ann, melepas tim awal di Bandara Changi pada 1 September 2026.

Selain pengiriman personel, Singapura juga menyalurkan bantuan kemanusiaan dan perlengkapan penunjang operasi, berasal dari sumber sipil dan Angkatan Bersenjata Singapura. Sebelumnya, pemerintah Singapura telah menyumbang 100.000 dollar AS lewat Singapore Red Cross, yang telah mengumpulkan sekitar 1 juta dollar Singapura untuk bantuan bencana tersebut.

Kerugian akibat banjir bandang ini diperkirakan mencapai 387,5 miliar rupee Nepal atau sekitar US$2,56 miliar, termasuk kerusakan properti, perumahan, dan infrastruktur, menurut Dharma Raj Upreti, Kepala National Disaster Risk Reduction and Management Authority (NDRRMA) Nepal.

Upreti menyatakan, "Ini adalah jumlah yang diperkirakan. Kami telah menghitungnya melalui koordinasi dengan berbagai lembaga dan departemen terkait." Pemerintah Nepal akan melakukan penilaian lebih rinci untuk mengetahui total kerusakan dan kebutuhan pemulihan.

Dalam tahap awal pemulihan selama empat bulan ke depan, Nepal diperkirakan memerlukan dana sekitar US$52,6 juta untuk membangun kembali jalan, menyediakan tempat penampungan sementara, memenuhi kebutuhan air minum, serta memulihkan pasokan listrik.

Kerusakan paling parah terjadi pada sektor perumahan, dengan estimasi 20.000 rumah perlu dibangun kembali, termasuk sekitar 7.500 rumah yang hancur total akibat banjir. Pemulihan infrastruktur dasar menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Bencana bermula dari runtuhnya gletser pada 26 Agustus 2026 yang menyebabkan aliran besar es, batu, dan lumpur ke Sungai Trishuli. Aliran banjir kemudian menerjang wilayah perbatasan Nepal-China, menyapu kota dan desa di sepanjang sungai.

Bencana ini menewaskan lebih dari 1.250 orang dan menyebabkan sekitar 4.200 orang hilang serta ribuan yang mengungsi dari tempat tinggal mereka. Operasi pencarian masih berlangsung dengan berbagai metode, termasuk penggalian dan pengeboran di lokasi tertimbun material longsor.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed