Sinner Pecahkan Rekor ATP dan Svitolina Melaju ke Final Italian Open
Petenis unggulan tuan rumah Jannik Sinner memastikan tempat di semifinal Italian Open 2026 setelah mengalahkan Andrey Rublev dengan skor 6-2, 6-4 pada Kamis, 14 Mei 2026. Kemenangan di Roma ini membawa Sinner mencatatkan rekor sejarah baru dengan 32 kemenangan beruntun di turnamen level Masters 1000.
Hasil tersebut melampaui pencapaian sebelumnya yang dipegang oleh Novak Djokovic. Sinner mendominasi pertandingan meski hanya mencatatkan persentase servis pertama sebesar 49 persen, namun ia berhasil memenangkan mayoritas poin dari servis tersebut dan mengonversi empat dari lima peluang break point menurut data statistik pertandingan.
Sinner menjelaskan bahwa peningkatan performanya di lapangan tanah liat musim ini merupakan hasil dari proses fisik yang panjang. Meskipun sempat terlihat tidak bugar sepenuhnya pada beberapa gim terakhir melawan Rublev, ia tetap menjaga catatan tidak terkalahkan 15-0 di tanah liat sepanjang 2026.
"No, I think we don’t need to look only at the results. I think also last year I played great clay court tennis," ujar Jannik Sinner, Petenis ATP.
Ia mengenang kembali pencapaian tahun lalu di mana ia berhasil mencapai babak final di Roma dan Paris sebagai bagian dari perjalanan kariernya. Sinner menekankan bahwa konsistensi adalah kunci utama dari perkembangannya saat ini.
"Made final here. Made the final in Paris. It has been an incredible run last year," kata Sinner.
Petenis asal Italia ini menyadari bahwa tahun 2026 menjadi momen spesial karena ia berhasil meraih gelar besar pertamanya di lapangan tanah liat. Kemenangan di Monte Carlo dan Madrid menjadi bukti dominasinya tahun ini.
"This year, the first time I’ve won something big on clay," lanjut Sinner.
Sinner menambahkan bahwa keberhasilannya merupakan perpaduan antara kepercayaan pada proses latihan dan peningkatan kekuatan fisik. Faktor fisik dianggapnya sebagai elemen krusial untuk bertanding secara efektif di permukaan tanah liat.
"But this is also the confidence of the process that we are trying to produce year after year," tegas Sinner.
Ia merasa tubuhnya kini jauh lebih kuat dibandingkan musim-musim sebelumnya. Peningkatan ini memungkinkannya untuk memainkan poin-poin penting dengan cara yang lebih baik.
"Also, physically, I’m getting stronger," imbuh Sinner.
Sinner menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa pengalaman bertanding juga memberikan kontribusi besar. Namun, ia tetap menitikberatkan pada aspek fisik sebagai bantuan terbesar di lapangan.
"I think it’s a mix of everything," sebut Sinner.
Kematangan dalam menghadapi situasi sulit di lapangan menurutnya menjadi pelengkap dari kondisi fisik yang prima. Hal ini terbukti dari keberhasilannya melewati berbagai lawan tangguh musim ini.
"That experience, to play certain points in a better way, yeah, but mostly I feel like physically if you improve, it helps you a lot on clay," pungkas Sinner.
| Statistik | Jannik Sinner | Andrey Rublev |
|---|---|---|
| Ace | 4 | 1 |
| Double faults | 2 | 0 |
| Persentase Servis Pertama | 49% | 54% |
| Menang Poin Servis Pertama | 75% | 50% |
| Menang Poin Servis Kedua | 63% | 56% |
| Break Points | 4/5 | 1/3 |
Di babak semifinal yang dijadwalkan pada Jumat, 15 Mei 2026, Sinner akan menghadapi Daniil Medvedev. Medvedev melaju ke babak empat besar setelah melewati hadangan petenis muda Spanyol, Martin Landaluce, melalui pertandingan tiga set 1-6, 6-1, 6-4.
Sementara itu di sektor tunggal putri, Elina Svitolina secara mengejutkan menyingkirkan peringkat tiga dunia Iga Swiatek dengan skor 6-4, 2-6, 6-2. Svitolina mencatatkan sejarah sebagai pemain tertua sejak 1990 yang mampu meraih dua kemenangan atas pemain lima besar dunia dalam satu edisi di Roma.
Svitolina akan berhadapan dengan Coco Gauff di babak final pada Sabtu mendatang. Gauff melangkah ke partai puncak setelah menghentikan kejutan dari Sorana Cirstea dengan kemenangan dua set langsung 6-4, 6-3 dalam waktu kurang dari 90 menit.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow