Sistem Keamanan Berlapis Mobil Listrik Minimkan Risiko Baterai Terbakar

Smallest Font
Largest Font

Penggunaan mobil listrik kini makin marak di berbagai daerah karena menawarkan efisiensi biaya operasional serta didukung insentif pemerintah. Dilansir dari Detik Oto, kekhawatiran publik mengenai potensi baterai terbakar sebenarnya tidak beralasan.

Sejumlah riset membuktikan bahwa potensi insiden kebakaran pada kendaraan berbasis listrik justru lebih rendah jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak.

Laporan survei Battelle kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) mengonfirmasi tingkat risiko yang relatif lebih aman tersebut.

"Kecenderungan dan tingkat keparahan kebakaran dan ledakan dari sistem baterai lithium-ion diperkirakan sebanding dengan atau mungkin sedikit lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar diesel atau bensin," ujar Ketua Riset Battelle, Steven Risser, dalam laporan yang dikutip dari CNN.

Pabrikan otomotif merancang proteksi ganda pada komponen utama kendaraan. Akademisi ITB, Yannes Pasaribu, menjelaskan bahwa sistem keamanan mobil listrik memantau kondisi kendaraan secara konstan.

"Battery Management System (BMS) sesuai ISO 6469-1 (keselamatan kelistrikan) memantau setiap sel baterai secara real-time. Kontaktor tegangan tinggi siap memutus sirkuit saat terjadi anomali, dan sistem pengereman tetap berfungsi meski powertrain mati. Kontaktor tegangan tinggi juga memutus sirkuit saat tabrakan sesuai ISO 6469-3 (proteksi penumpang).

Sistem pengereman memiliki redundansi hidrolik sesuai UN R13-H sehingga tetap berfungsi tanpa daya listrik. Kemudi EPS dilengkapi dual-circuit backup sesuai ISO 26262 (functional safety ASIL-D)," kata Yannes.

Penerapan teknologi dual-circuit bersertifikasi ISO 26262 memastikan kendali arah kendaraan tetap stabil walau berada dalam situasi darurat.

"Semua kendaraan yang dijual secara legal, baik ICE (Internal Combustion Engine/mobil konvensional) maupun BEV (Battery Electric Vehicle/mobil listrik), wajib lulus uji ketahanan elektromagnetik (EMC) sesuai standar ISO 11452 dan CISPR 25 yang mensimulasikan paparan medan elektromagnetik jauh lebih kuat dibandingkan kondisi di perlintasan kereta. Selain itu, masih banyak regulasi internasional lain yang wajib dipenuhi sebelum sebuah BEV dapat dipasarkan ke berbagai negara," tutupnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed