Suhu Jateng Tembus 35 Derajat BMKG Peringatkan Potensi Kebakaran Hutan

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca di Provinsi Jawa Tengah didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada Minggu (6/9/2026). Peningkatan suhu udara terik diprediksi melanda sejumlah kawasan pesisir utara dan dataran rendah hingga menyentuh angka maksimum 35 derajat Celsius.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Fery Oktarisa, menjelaskan dinamika atmosfer harian di wilayah Jawa Tengah dari pagi hingga malam hari. Pola cuaca cenderung stabil tanpa indikasi pembentukan awan hujan berskala besar.

"Pagi sampai siang cerah hingga cerah berawan," kata Fery Oktarisa dalam keterangan resminya.

Memasuki waktu sore hingga malam hari, wilayah Jawa Tengah diprediksi mengalami perubahan tutupan awan menjadi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara secara umum di seluruh kabupaten dan kota berkisar antara 16 hingga 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban udara mencapai 45 hingga 95 persen.

Daftar Daerah Terik dengan Suhu Maksimum

BMKG mencatat suhu tertinggi hingga 35 derajat Celsius berpotensi terjadi di enam wilayah kabupaten. Kondisi terik ini melanda kawasan Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, dan Demak.

Wilayah-wilayah tersebut berada di bagian timur dan utara Jawa Tengah yang mendapat paparan sinar matahari intensif sepanjang siang hari. Tekanan udara rata-rata di wilayah ini berada pada rentang 101.400 hingga 101.600 hPa.

Sebaran Wilayah Berawan dan Cerah Berawan

Kondisi cuaca berawan diprediksi terjadi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi, di antaranya Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Karanganyar, Kudus, Ungaran, Temanggung, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.

Sementara itu, kawasan yang diprediksi mengalami kondisi cerah berawan meliputi Kebumen, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Solo, Salatiga, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.

Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Puncak kondisi kering akibat cuaca musim kemarau memicu peningkatan risiko bencana kebakaran. Kelembaban udara yang menurun pada siang hari mempercepat pengeringan serasah daun di area hutan dan perkebunan.

"Waspada potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau," ujar Fery Oktarisa.
Warga Jawa Tengah Siap-siap, Kemarau Diprediksi Mulai April 2026 | Kompas.com

Pihak otoritas meteorologi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan di area terbuka. Tindakan pencegahan menjadi krusial mengingat angin permukaan dapat mempercepat penyebaran titik api di vegetasi kering.

Rangkuman Data Parameter Cuaca Jateng

Berikut adalah ringkasan parameter kondisi cuaca untuk wilayah Jawa Tengah pada hari ini:

Tabel Parameter Cuaca Jawa Tengah 6 September 2026
Parameter CuacaNilai / Kondisi
Suhu Udara Min - Maks16 - 35 °C
Kelembaban Udara45 - 95 %
Tekanan Udara101400 - 101600 hPa
Suhu Maksimum Wilayah Pantura/Timur35 °C
Kondisi Pagi - SiangCerah hingga Cerah Berawan
Kondisi Sore - MalamCerah Berawan hingga Berawan

Tips Waspada Kebakaran Hutan Musim Kemarau

Masyarakat mengutarakannya lewat pertanyaan seperti "bagaimana cuaca musim kemarau di jawa tengah" dan langkah antisipasi apa yang perlu diambil. BMKG membagikan panduan keselamatan dasar untuk mencegah bencana kebakaran di lingkungan sekitar:

  • Hindari membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara dibakar.
  • Jangan membuang puntung rokok sembarangan di area semak kering atau pinggir jalan.
  • Matikan sisa api unggun atau pembakaran sampah hingga benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
  • Segera laporkan kepada petugas pemadam kebakaran atau aparat desa jika melihat titik asap mencurigakan di kawasan hutan.

Secara regional, wilayah tetangga seperti Daerah Istimewa Yogyakarta juga mencatat suhu berkisar 20 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembaban 35 hingga 98 persen. BMKG mengonfirmasi bahwa fenomena astronomi bulan sabit memudar juga berlangsung mulai 6 hingga 10 September 2026 sebelum memasuki fase bulan baru pada 11 September 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed