Surplus Neraca Perdagangan Jawa Barat Tembus 16 Miliar Dolar
Jawa Barat mencatatkan surplus neraca perdagangan mencapai US$ 16,63 miliar sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Capaian positif tersebut ditopang nilai ekspor yang menembus US$ 23,58 miliar, sementara nilai impor tercatat sebesar US$ 6,95 miliar, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati memaparkan total ekspor daerah tersebut mengalami kenaikan 6,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didukung oleh ekspor nonmigas sebesar US$ 23,40 miliar serta ekspor migas yang menyumbang US$ 178,27 juta. Peningkatan ekspor nonmigas paling signifikan tercatat pada golongan Mesin dan Peralatan Mekanis yang melonjak US$ 418,86 juta atau naik 23,94 persen. Sebaliknya, penurunan terdalam dialami oleh kelompok Karet dan Barang dari Karet yang merosot hingga US$ 114,86 juta.
Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar dengan nilai US$ 3,98 miliar, disusul Filipina senilai US$ 2,07 miliar, dan Jepang sebesar US$ 1,69 miliar. Secara gabungan, kawasan Amerika dan Eropa menyerap ekspor nonmigas senilai US$ 8,87 miliar, sedangkan kawasan ASEAN mencapai US$ 6,27 miliar.
"Kinerja ekspor sektoral Januari-Juli 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 mengalami peningkatan di semua sektor kecuali sektor pertambangan. Sektor Migas naik 16,85 persen; Sektor Pertanian naik 18,51 persen dan sektor Industri Pengolahan naik 6,29 persen sedangkan Sektor Pertambangan turun 3,31 persen," kata Margaretha dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026). Pada periode yang sama, nilai impor Jawa Barat justru mengalami penurunan sebesar 1,45 persen menjadi US$ 6,95 miliar. Meskipun impor nonmigas naik 6,35 persen menjadi US$ 6,58 miliar, impor migas anjlok hingga 56,80 persen menjadi US$ 376,54 juta.
Tiongkok masih mendominasi pasar impor nonmigas Jawa Barat dengan kontribusi US$ 2,78 miliar atau 42,14 persen, diikuti Jepang dan Korea Selatan. Dari sisi penggunaan barang, impor barang konsumsi naik 5,73 persen, sedangkan impor bahan baku serta barang modal masing-masing terkoreksi 1,04 persen dan 9,84 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow