Survei CNBC Ungkap Mayoritas Anak Muda AS Tak Percaya Bos AI

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 65 persen hingga 81 persen generasi muda Amerika Serikat berusia 18-34 tahun tidak memercayai pimpinan perusahaan teknologi dalam mengelola kecerdasan buatan (AI). Temuan ini terungkap melalui hasil survei CNBC bersama Generational Labs terhadap 1.088 responden yang dilansir dari Detik iNET.

CEO Microsoft Satya Nadella menjadi sosok yang paling dipercaya meski tetap mencatatkan tingkat ketidakpercayaan sebesar 65 persen. Di posisi selanjutnya, tingkat ketidakpercayaan terhadap CEO OpenAI Sam Altman mencapai 69 persen, berdekatan dengan bos SpaceX Elon Musk sebesar 70 persen.

Tingkat ketidakpercayaan publik muda AS juga menyasar CEO Meta Mark Zuckerberg dan CEO Nvidia Jensen Huang dengan angka 71 persen. Sementara itu, CEO Alphabet Sundar Pichai dan CEO Anthropic Dario Amodei mencatatkan ketidakpercayaan masing-masing sebesar 74 persen dan 76 persen.

Posisi ketidakpercayaan tertinggi ditempati oleh pimpinan Palantir, yakni Chairman Peter Thiel sebesar 79 persen dan CEO Alex Karp mencapai 81 persen. Tingginya angka tersebut dipengaruhi keterlibatan Palantir dalam penyediaan sistem intelijen berbasis AI untuk Kementerian Pertahanan AS.

Riset tersebut turut mencatat kekhawatiran dampak teknologis pada lapangan kerja, di mana 45 persen responden meyakini AI berdampak negatif pada karier mereka dan hanya 10 persen yang menilai sebaliknya. Selain itu, 40 persen responden mendesak pemerintah federal menyusun regulasi AI, serta 60 persen meminta pembangunan pusat data AI diperlambat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed