Swasta Bangun 500 Rumah Korban Gempa NTT
Sektor swasta memberikan skema bantuan berupa pembangunan 500 unit rumah bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Penanganan hunian ini dilakukan melalui semangat gotong royong antar pemangku kepentingan, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan keberhasilan penggalangan dukungan tersebut di Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026). Selain 500 unit rumah, tersedia pula alokasi dana bantuan renovasi senilai Rp 5 miliar.
"Kita bicara terakhir tadi malam sama Pak Gubernur (NTT), kita semangat bangsa kita kan gotong-royong. Kita sudah berhasil mengumpulkan untuk 500 rumah yang dibangun oleh swasta dengan gotong-royong," kata Ara.
Dana hibah renovasi bencana tersebut akan dikolaborasikan langsung dengan program perbaikan rumah milik pemerintah. Ara saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna penentuan titik lokasi pasti.
"Kita sudah punya langkah awal yang siap untuk 500 rumah dari gotong-royong pihak swasta dan juga uang sejumlah Rp 5 miliar mungkin itu akan dikombinasikan dengan program bedah rumah," tutur Ara.
Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya menerpa wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA. Kementerian PKP berikhtiar mempercepat penyediaan hunian tetap (huntap) untuk mengganti bangunan yang rusak.
"Saya tahu ini masih dalam masa tanggap darurat, tapi kita juga seperti di Sumatera. Saat tanggap darurat, kita juga sudah membangun. Bekerjasama membangun hunian tetap," kata Ara.
Guna mematangkan percepatan realisasi fisik di lapangan, koordinasi lintas lembaga serta konsolidasi internal bersama balai daerah dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena terus berjalan.
"Tentunya tugas kami adalah membangun hunian tetap. Kita juga bisa bekerja lebih cepat. Bekerjasama dengan teman-teman di daerah," ujar Ara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow