Take-Two Minta Pengadilan Panggil Microsoft dan Discord Soal Bocoran GTA 6

Smallest Font
Largest Font

Take-Two Interactive melayangkan permohonan ke Pengadilan Distrik Selatan New York pada 20 Agustus 2026 untuk memanggil Microsoft dan Discord guna mengungkap identitas pembocor cuplikan permainan Grand Theft Auto VI (GTA 6). Langkah hukum ini menyasar akun-akun daring terkait sosok atau kelompok beridentitas 'Cyberleek' yang menyebarkan klip gameplay game tersebut menjelang peluncuran resminya pada 11 November 2026.

Permohonan subpoena tersebut mewajibkan Microsoft dan Discord untuk menyerahkan seluruh catatan internal investigasi, data pengguna, email registrasi, alamat IP, hingga data penyimpanan OneDrive yang terhubung paling lambat 4 September 2026. Dalam berkas hukumnya, induk perusahaan Rockstar Games ini menegaskan bahwa langkah pengadilan diambil demi melindungi hak cipta atas konten audiovisual, karya seni, dialog, dan elemen kreatif lainnya yang telah dicuri.

Gelombang kebocoran yang beredar sejak pekan ini mencakup sembilan klip video dan tangkapan layar, mulai dari peta wilayah Vice City, aksi mengendarai mobil dan pesawat, hingga indikator item obat fiktif 'Zombix'. Selain membagikan klip permainan, Cyberleek menggalang dana kripto melalui jajak pendapat di situs webnya dan meluncurkan koin memet bernama $Cyberleek dengan dalih mendanai proyek rahasia.

"Materi yang dilindungi hak cipta mencakup namun tidak terbatas pada konten audiovisual, karya seni, gambar, dialog, atau elemen kreatif lainnya," tulis Take-Two melalui kuasa hukumnya dalam berkas permohonan subpoena yang diajukan ke Pengadilan Distrik Selatan New York pada 20 Agustus.

Pihak Take-Two menegaskan bahwa permohonan pemanggilan ini murni bertujuan untuk mengidentifikasi pelaku pelanggaran demi melindungi hak-hak hukum perusahaan.

"Take-Two, melalui kuasa hukum resminya, telah menyerahkan pernyataan tertulis di bawah sumpah yang mengonfirmasi bahwa tujuan dilayangkannya subpoena DMCA ini adalah untuk mendapatkan identitas dari pihak yang diduga melakukan pelanggaran, dan informasi tersebut hanya akan digunakan untuk tujuan melindungi hak-hak Take-Two..." lanjut keterangan dalam berkas permohonan tersebut.

Aksi peretasan ini diklaim oleh peretas sebagai bentuk protes terhadap kebijakan industri game yang dinilai merugikan konsumen, terutama terkait penghentian rilis fisik untuk GTA 6.

"Penerbit menjual lisensi dan menyebutnya sebagai pembelian. Mereka mengirimkan game yang belum selesai dan menyebutnya sebagai layanan langsung. Mereka mengunci konten di dalam cakram dan menyebutnya sebagai DLC," tulis Cyberleek dalam unggahan publiknya pada Kamis.

Cyberleek menambahkan bahwa praktik industri saat ini semakin membatasi hak para pemain dari tahun ke tahun.

"Mereka mematikan game dan menyimpan uangnya. Setiap tahun anti-konsumerisme semakin memperketat cengkeramannya, dan setiap tahun para gamer mendapatkan lebih sedikit dari apa yang mereka bayar," tegas Cyberleek.

Peretas tersebut juga membantah bahwa aksi penggalangan dana kripto yang dilakukannya bertujuan untuk mencari keuntungan pribadi semata.

"Biarlah ini menjadi sangat jelas: ini bukanlah aksi mengeruk keuntungan," sebut peretas tersebut.

Tindakan peretasan dan penggalangan dana tersebut menuai penolakan keras dari koalisi pelestarian game Stop Killing Games yang mengimbau publik untuk tidak memberikan dana dalam bentuk apa pun.

"Jangan kirimkan uang Anda kepada orang-orang ini, tidak peduli seberapa besar rasa simpati yang Anda rasakan terhadap tindakan mereka," kata kelompok Stop Killing Games dalam sebuah pernyataan di X.

Koalisi tersebut menekankan bahwa jalur ilegal tidak bisa dibenarkan dan justru merugikan para pengembang game yang telah bekerja keras.

"Menggunakan cara-cara ilegal untuk menyampaikan argumen tidak dapat kami terima dan tidak berkontribusi apa pun dalam melindungi hak kita untuk terus menggunakan apa yang telah kita bayar," ujar Stop Killing Games.

Mereka menambahkan bahwa pengembang di tingkat bawah menjadi pihak yang paling terdampak oleh insiden kebocoran ini.

"Tidak peduli seberapa kuat Anda tidak setuju dengan keputusan manajemen puncak di perusahaan-perusahaan ini, masih ada ribuan pengembang yang bekerja keras dalam proyek ini — dan merekalah yang paling dirugikan," tambah Stop Killing Games.

Subpoena yang diajukan Take-Two turut menyebutkan peladen Discord milik kreator konten dan pembuat streaming populer GTA 5, Matthew "Matt" Judge alias DarkViperAU. Menanggapi namanya yang masuk dalam dokumen hukum, Judge menyampaikan kebingungannya melalui media sosial.

"Mereka meminta informasi Discord saya, saya disebutkan namanya secara langsung," tulis Judge dalam tanggapannya di X.

Ia mengklarifikasi bahwa peladen yang tercantum bukanlah milik tim penyuntingnya dan tidak menyimpan klip bocoran game tersebut.

"Saya tidak tahu apa-apa. Itu bukan Discord editor saya. Bahkan tidak ada klip bocoran di kedua Discord saya.

Saya bingung. Saya memang sempat mengatakan dia tidak bisa menyetir beberapa kali, jadi mungkin hal itu yang membuat dia menulis 'Cyberleek tidak bisa menyetir' pada klip terbaru? Mungkin dia mengunjungi Discord saya, saya tidak tahu.

Rockstar belum mengirim email kepada saya, saya menduga jika mereka mengira saya tahu sesuatu secara pribadi, mereka akan melakukannya. Semua orang membicarakan bocoran ini, saya tidak spesial, semoga saja," ungkap Judge.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed