PT TASPEN Imbau Peserta Waspadai Penipuan Data Pribadi
PT TASPEN mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan digital yang meminta data pribadi pada Jumat, 29 Mei 2026. Oknum tidak bertanggung jawab diketahui berupaya mengelabui korban melalui telepon, media sosial, hingga pesan singkat dengan kedok verifikasi atau pembaruan informasi.
Badan usaha milik negara tersebut menegaskan bahwa perlindungan informasi peserta menjadi prioritas utama. Guna mencegah kebocoran informasi secara terukur, TASPEN telah menerapkan standar keamanan internasional ISO/IEC 27001:2013 serta mengimplementasikan enkripsi data dan sistem Data Leakage Prevention (DLP).
Pihak perusahaan menyatakan tidak pernah menyelenggarakan pendataan ulang peserta tanpa disertai surat tugas resmi. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah memercayai pihak yang meminta kode OTP, data keuangan, atau informasi pribadi lainnya, serta selalu melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi resmi.
Manajer Cabang PT TASPEN Cabang Tanjungpinang, Agnes Salidesi Ginting memaparkan rincian mengenai waktu dan modus operandi yang kerap dilancarkan oleh para pelaku kejahatan siber tersebut pada Kamis, 28 Mei 2026.
"Pelaku biasanya menghubungi pensiunan melalui telepon atau WhatsApp dan meminta pembaruan data dengan alasan pencairan THR atau gaji ke-13," ujar Agnes Salidesi Ginting, Branch Manager PT TASPEN Cabang Tanjungpinang.
Manajemen menegaskan bahwa pengiriman data rahasia lewat pesan teks ataupun instruksi untuk mengeklik tautan tertentu bukan merupakan bagian dari prosedur resmi perusahaan.
"Jika ada pihak yang mengaku dari Taspen and meminta klik link atau memasukkan data rekening, masyarakat harus waspada karena itu bukan dari Taspen," kata Agnes Salidesi Ginting, Branch Manager PT TASPEN Cabang Tanjungpinang.
Sebagai solusi mempermudah proses autentikasi secara aman, TASPEN kini menghadirkan aplikasi Andal by Taspen yang memungkinkan penerima dana pensiun melakukan swafoto bulanan secara berkala tanpa harus mendatangi kantor fisik.
"Dengan aplikasi Andal by Taspen, pensiunan tidak perlu lagi antre ke bank. Cukup autentikasi melalui handphone, lalu dana pensiun bisa langsung diambil melalui ATM," ucap Agnes Salidesi Ginting, Branch Manager PT TASPEN Cabang Tanjungpinang.
Di sisi lain, langkah mitigasi juga disiapkan bagi para peserta yang telanjur berinteraksi dengan tautan mencurigakan atau menghadapi situasi darurat siber.
"Sekarang marak telepon tanpa suara atau silent call untuk merekam suara korban yang kemudian bisa disalahgunakan," ujar Adam Victor Handoyo, Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) PT TASPEN Cabang Tanjungpinang.
Bagi penerima pensiun yang lanjut usia atau memiliki keterbatasan fisik, TASPEN turut menyediakan layanan kunjungan langsung ke rumah bersama mitra bayar untuk mengantarkan uang pensiun tanpa dikenakan biaya.
"Selalu pastikan informasi hanya berasal dari kanal resmi PT Taspen, baik melalui website, Instagram, maupun nomor WhatsApp resmi perusahaan," ucap Adam Victor Handoyo, Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) PT TASPEN Cabang Tanjungpinang.
Perusahaan mengusung gerakan Tahan, Pastikan, Lapor (TahanPastikanLaporan) sebagai panduan untuk menghentikan respons terburu-buru peserta terhadap pesan yang tidak jelas sumbernya. Jika menemukan indikasi mencurigakan, masyarakat dapat melapor melalui call center 1500919, nomor telepon (021) 4241808, atau email [email protected] dan [email protected] agar dapat segera ditindaklanjuti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow