Telkom Rampungkan Spin-off InfraNexia untuk Fokus Bisnis Infrastruktur

Smallest Font
Largest Font

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyelesaikan spin-off InfraNexia tahap II, memisahkan bisnis wholesale connectivity ke entitas khusus InfraNexia sebagai bagian dari transformasi TLKM 30, yang bertujuan memfokuskan bisnis sekaligus membuka peluang monetisasi aset infrastruktur, dilansir dari Detik iNET.

InfraNexia kini mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut domestik yang tersebar di Indonesia. Pengalihan bisnis dan aset tahap kedua ini memperkuat InfraNexia untuk mengembangkan lebih dari 90% aset jaringan Telkom.

Model transformasi Telkom mengadopsi struktur Strategic Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) dengan lima segmen utama: B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, dan Others & Ancillary. Tujuannya mengurangi tumpang tindih bisnis dan memperjelas akuntabilitas.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan, "Delayering ini sangat penting karena kami ingin setiap bisnis di TelkomGroup memiliki akuntabilitas yang lebih jelas dan fokus pada bisnis inti, dengan visibilitas yang lebih baik terhadap kinerja, arus kas, dan investasi pada masing-masing bisnis."

Dengan struktur yang lebih sederhana, Telkom dapat mengambil keputusan strategis lebih cepat, termasuk menentukan bisnis yang butuh tambahan sumber daya dan modal.

Dian menambahkan, pemisahan infrastruktur ke InfraNexia bukan sekadar perubahan struktur organisasi tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta membuka peluang pertumbuhan dari pelanggan eksternal Telkom Group.

Bisnis data center juga berkembang melalui NeutraDC yang pada Semester I 2026 mencatat pendapatan Rp867 miliar, tumbuh 11% secara tahunan dengan kapasitas efektif 49,9 MW. Okupansi data center HDC Cikarang mencapai 96%, dan HDC Batam direncanakan beroperasi pada Semester II 2026 dengan kapasitas awal 6 MW.

Segmen bisnis digital B2B ICT Telkom juga menunjukkan pertumbuhan, dengan pendapatan SME naik 11,5% dan pelanggan IndiBiz bertambah 11,7% menjadi 756 ribu. Telkom merencanakan pengambilalihan 100% Digiserve untuk memperkuat solusi digital end-to-end bagi pelanggan enterprise.

Hingga Semester I 2026, pendapatan konsolidasi Telkom mencapai Rp75,9 triliun, naik 3,9% secara tahunan. EBITDA sebesar Rp37,5 triliun dengan margin 49,4%, serta laba bersih Rp10,6 triliun. Target 2026 dipertahankan dengan pertumbuhan normalized revenue 1%-3% dan margin EBITDA di atas 50%. Pada kuartal II 2026, margin EBITDA Telkom telah kembali di atas 50%.

Dengan penyederhanaan bisnis, pemisahan infrastruktur, penguatan data center, dan ekspansi B2B ICT, TLKM 30 menjadi fondasi untuk menggeser fokus Telkom dari pertumbuhan bisnis ke penciptaan nilai jangka panjang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed