Telkom Solution Dorong Transformasi Digital dan Keamanan Siber di Perguruan Tinggi

Smallest Font
Largest Font

Jumlah mahasiswa di Indonesia mencapai lebih dari 10 juta orang pada 2025, meningkatkan kebutuhan digitalisasi dan keamanan siber di perguruan tinggi, dilansir dari Detik iNET.

Besarnya populasi mahasiswa menuntut perguruan tinggi mengelola data dan aktivitas digital secara lebih baik. Infrastruktur digital, perlindungan sistem, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) menjadi bagian penting dalam operasional kampus.

Percepatan adopsi teknologi membawa risiko keamanan baru. Ketergantungan pada sistem digital dan AI mengharuskan perguruan tinggi memperkuat keamanan jaringan dan data sebagai bagian dari transformasi pendidikan.

Dalam acara Telkom Industry Connect di Manado, Sulawesi Selatan, Telkom Solution mengumpulkan para pemangku kepentingan perguruan tinggi, seperti direktur, rektor, dan guru besar, untuk membahas isu strategis tersebut.

EVP Telkom Regional V Amin Soebagyo mengatakan transformasi digital perguruan tinggi tidak hanya soal teknologi, tapi juga keamanan menghadapi perkembangan yang cepat.

"Forum ini mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari strategic partnership dan transformasi digital, cybersecurity serta perlindungan infrastruktur kampus, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung perkembangan lembaga pendidikan tinggi," ujar Amin.

Peserta forum mendapatkan wawasan tentang pentingnya adaptasi AI dan penguatan sistem keamanan digital di perguruan tinggi.

Rektor Universitas Parna Raya, Dr. Rosdiana Simbolon, menilai perguruan tinggi harus mengikuti perkembangan AI yang semakin masuk ke aktivitas akademik dengan disertai pemahaman keamanan siber.

"Perguruan tinggi tidak boleh lengah mengikuti perkembangan AI karena teknologi ini semakin dibutuhkan dalam berbagai aktivitas akademik. Namun, pemanfaatan AI juga perlu diiringi dengan pemahaman cybersecurity untuk memastikan keamanan jaringan dan data, sekaligus membekali mahasiswa menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang," kata Rosdiana.

Kebutuhan tersebut mencakup perangkat lunak dan infrastruktur pengelolaan data sebagai bagian dari ekosistem digital perguruan tinggi.

Para peserta juga diajak mengunjungi NeuCentrIX, data center Telkom di Manado, yang berperan mendukung konektivitas, komputasi, dan pengelolaan data di tengah pertumbuhan ekosistem digital.

Amin menambahkan Telkom Solution melihat kebutuhan digital perguruan tinggi semakin beragam, khususnya keamanan digital di tengah meningkatnya volume data.

Melalui Telkom Industry Connect, Telkom Solution mendorong kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi agar transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tapi juga keberlangsungan dan keamanan lembaga pendidikan.

"Dengan menghadirkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi di Indonesia, kami berharap proses pendidikan di Indonesia bisa lebih mudah untuk para civitas akademika, mahasiswa dan juga untuk kemajuan masa depan bangsa Indonesia," ujar Amin.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed