707 Tenant Baru Memadati Kawasan Komersial Paramount Gading Serpong

Smallest Font
Largest Font

Sektor kuliner dan ritel gaya hidup mencatatkan pertumbuhan pesat di township Paramount Gading Serpong, Tangerang, Banten, dengan masuknya 707 tenant baru sejak Januari hingga Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Rabu (19/8/2026).

Khusus pada Juli 2026 saja, terdapat 104 unit usaha baru yang resmi bergabung. Ratusan tenant tersebut tersebar di sejumlah koridor komersial sisi selatan seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, hingga Aniva yang kini dikembangkan sebagai kawasan bisnis terpadu.

Pertumbuhan ekspansif ini dinilai makin memperluas daya jangkau pasar bagi para pelaku usaha di kawasan komersial tersebut.

"Itulah yang membuat bisnis F&B dan ritel di sini memiliki daya jangkau pasar yang jauh lebih luas hingga ke tingkat regional. Kami tidak hanya menjual ruang usaha, tetapi juga melakukan kurasi lokasi terbaik dan aksesibilitas yang siap menangkap daya beli tinggi dari berbagai kawasan Jabodetabek hingga luar Jawa," kata Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing.

Ferry menjelaskan bahwa pergerakan arus lalu lintas dan konektivitas antarkawasan menjadi kunci vital suksesnya investasi pada properti komersial. Kawasan seluas 1.200 hektare yang dikembangkan sejak awal 2000 ini kini dihuni lebih dari 120.000 jiwa dan terhubung langsung melalui akses tol Jakarta-Merak, JORR2, Serpong-Balaraja, serta jalan pintas Gading Serpong-BSD.

"salah satu penentu keberhasilan investasi properti komersial adalah adanya konektivitas dan perputaran traffic. Konektivitas akses jalan baru Gading Serpong-BSD dan konsep 10 Minutes City Living diklaim dapat memotong batas antar kawasan," ujar Ferry John Sihombing.

Kecenderungan meningkatnya populasi tenant kuliner ini juga sejalan dengan transformasi fungsi ruang ritel di kota-kota besar.

"Bila dulu sektor ini dianggap sebagai pelengkap dari bangunan ritel, menyediakan kuliner di tengah tenant mix retail yang umumnya didominasi anchor tenant berupa department store, atau gerai premium fashion dan lifestyle, namun, beberapa tahun belakangan, hadir fine dining outlet yang merajai ruang ritel di berbagai ritel di kota-kota besar baik F&B lokal maupun asing," kata Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat.

Syarifah menambahkan bahwa fenomena serupa tercatat memadati Jakarta pada awal 2026, di mana sektor kuliner menyumbang hampir setengah dari total penyewa baru di ruang ritel, dengan porsi bisnis kuliner lokal mencapai sekitar 70 persen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed