Tensi Geopolitik Timur Tengah Tekan IHSG Bursa Efek Indonesia
Eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah mendorong pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia sebesar 0,03 persen atau 1,63 poin ke level 6.234,50 pada perdagangan Senin (3/8/2026).
Pergerakan IHSG searah dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang berada di zona merah. Meski demikian, indeks LQ45 tercatat mengalami penguatan sebesar 0,43 persen ke level 623,93.
Sentimen pasar global dipengaruhi oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap konflik regional, meskipun terdapat kabar pembatalan rencana serangan militer oleh Amerika Serikat.
"Mengawali bulan ini, bursa regional Asia bergerak melemah, tampaknya pasar dipengaruhi dari beberapa sentimen perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan serangan yang direncanakan terhadap Iran," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Kondisi pasar kian goyah lantaran dorongan negara-negara sekutu di kawasan agar AS menghentikan aksi militer dan membuka kembali Selat Hormuz belum melahirkan kepastian perdamaian yang permanen. Di sisi lain, indikator ekonomi China turut memberi tekanan setelah PMI Manufaktur Juli 2026 merosot ke level 50,9.
Dari dalam negeri, sektor manufaktur Indonesia menunjukkan perbaikan dengan kenaikan indeks ke level 50,2 pada Juli 2026. BPS juga mencatatkan deflasi bulanan sebesar 0,14 persen, sementara neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 450 juta dolar AS.
Penurunan IHSG dipicu oleh koreksi pada tujuh sektor saham, dengan sektor teknologi mengalami penurunan terdalam hingga 1,42 persen. Sementara itu, empat sektor saham bertahan di zona hijau dengan penguatan tertinggi dicapai sektor barang konsumen non-primer sebesar 1,47 persen.
Nilai transaksi perdagangan saham di BEI mencapai Rp14,31 triliun dari 2.311.000 kali transaksi dengan volume 37,64 miliar lembar saham. Pergerakan saham mencatat 300 saham menguat, 374 saham melemah, dan 289 saham stagnan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow