IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.599 dan Dibuka Naik di 6.625

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 1,14 persen atau 74,46 poin ke level 6.599,94 pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Penguatan IHSG berlanjut pada Rabu (2/9/2026) pagi dengan dibuka naik 25,45 poin atau 0,39 persen ke posisi 6.625,39.

Kenaikan indeks pada Selasa disokong oleh penguatan saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melonjak 4,00 persen, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,93 persen, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bertambah 2,13 persen. Ketiga saham tersebut masing-masing menyumbang bobot kenaikan sebesar 18,97, 11,03, dan 7,35 poin.

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp1,76 triliun di pasar reguler dan Rp2,03 triliun di seluruh pasar. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing meliputi BBRI, BBCA, BMRI, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Dari sisi sektoral, sebanyak 9 dari 11 sektor mengakhiri perdagangan di zona hijau. Sektor industri mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,71 persen, sedangkan sektor barang baku melemah 0,56 persen. Sebaliknya, beberapa saham mengalami penurunan mendalam, di antaranya PT Data Center Indonesia Tbk (DCII) yang turun 3,95 persen dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (EMAS) yang melemah 8,33 persen.

Pergerakan menguat IHSG terjadi di tengah tren pelemahan bursa saham global dan regional Asia. Di Amerika Serikat, indeks Dow Jones turun 0,79 persen, S&P 500 melemah 0,71 persen, dan Nasdaq terkoreksi 1,03 persen.

Analis Riset Ekuitas Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menyampaikan bahwa laju IHSG ditopang oleh rilis data ekonomi domestik di tengah sentimen ketegangan geopolitik global.

IHSG mampu menguat sepanjang perdagangan meski mayoritas bursa Asia bergerak melemah dan harga minyak menguat akibat meningkatnya kembali ketegangan Amerika Serikat (AS)-Iran, kata Alrich Paskalis Tambolang, Analis Riset Ekuitas Phintraco Sekuritas.

Untuk perdagangan Rabu (2/9/2026), IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dengan potensi koreksi wajar. Kepala Riset Ritel BNI Sekuritas, Fanny Suherman memperkirakan rentang batas bawah (support) indeks berada di level 6.540-6.570 dan batas atas (resistance) pada rentang 6.620-6.700.

Di tingkat emiten, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui anak usahanya, PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN), resmi membuka akses terminal umum kimia dan petroleum cair di Cilegon, Banten. Fasilitas ini didukung tiga dermaga serta tank farm berkapasitas 501.606 meter kubik.

Sementara itu, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba di atas 10 persen pada 2026, ditopang pengoperasian Pondok Indah Mall 5 serta alokasi belanja modal Rp300 miliar. Di sisi lain, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) berencana menggelar rights issue sebanyak-banyaknya 11,80 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108 per saham untuk mengonversi utang sebesar Rp858,60 miliar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed