OJK Berharap MSCI Segera Pencabutan Pembekuan Saham Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Otoritas Jasa Keuangan berharap penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International segera mencabut pembekuan status saham Indonesia seiring peningkatan transparansi pasar modal domestik yang terus dilakukan menjelang pengumuman evaluasi indeks pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Langkah penyesuaian keterbukaan informasi yang diterbitkan OJK bersama Bursa Efek Indonesia sejak Maret lalu mencakup kriteria pemicu porsi kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi, pengungkapan kepemilikan investor di atas 1 persen, hingga detail klasifikasi tipe investor secara berkala.

IHSG BEI ditutup melemah 97,49 poin atau 1,53 persen ke level 6.267,88 pada Selasa, 11 Agustus 2026, akibat sikap menanti pelaku pasar terhadap hasil perombakan indeks kuartalan MSCI yang dijadwalkan rilis pada 12 Agustus 2026 pukul 23.00 waktu CEST atau 13 Agustus 2026 pukul 04.00 WIB.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menilai penyempurnaan keterbukaan data kepemilikan saham tersebut mempermudah pengelola indeks maupun investor mengukur porsi saham publik dan kemudahan perdagangan setiap emiten.

<"Kita harapkan nanti secara fair mereka (MSCI) dapat melihat dan menilai, membandingkan tingkat transparansi pasar kita. Bahkan, rasanya sudah jauh lebih bagus dibanding pasar-pasar lainnya," ujar Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.

OJK secara berkala telah menggelar diskusi intensif bersama pengelola indeks internasional seperti MSCI dan FTSE Russell untuk menginformasikan setiap capaian reformasi struktur pasar.

<"Tentu itu kita harapkan secara fair menjadi bagian penilaian mereka untuk segera melakukan rilis atau relief atas pembekuan yang dilakukan, sehingga kesempatan untuk saham-saham terbaik lainnya yang sudah tercatat di bursa untuk dapat dinilai dan masuk ke dalam anggota indeks menjadi semakin terbuka ke depannya," kata Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.

Mengenai penyesuaian bobot portofolio pada rebalancing terdekat, otoritas memperkirakan dampak pelepasan aset oleh pengelola dana tidak akan sesignifikan keputusan pada Mei lalu karena saham domestik yang tersisa memiliki fundamental kuat serta ditopang daya tahan investor ritel lokal.

<"Kalau untuk freeze ini kan sudah berlangsung cukup lama, dari sejak pengumuman di Januari yang lalu. Nah, tentu kita harapkan investor sudah melakukan kalkulasi atas risiko masih tetap dalam kondisi freeze ini ke depannya," tutur Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.

Pembekuan penuh penyesuaian rasio saham publik serta penghentian kenaikan kasta konstituen telah diterapkan MSCI sejak kuartal pertama 2026 menyusul perhatian khusus terhadap pemusatan kepemilikan emiten pada kelompok investor tertentu.

<"Kita berharap justru upside-nya ada pada saat freeze itu diangkat. Ini tentu akan menjadi sinyal positif untuk, katakanlah investor kita, termasuk juga investor regional dan global, semakin memiliki keyakinan akan sudah lebih baik dan lebih di-acknowledge-nya tingkat transparansi dan konsistensi dan komitmen kita untuk terus mendorong hal ini dari waktu ke waktu tanpa kompromi," kata Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.

Selain itu, Hasan memprediksi jumlah emiten domestik yang berpotensi dikeluarkan dari perhitungan indeks global pada evaluasi kali ini jauh lebih terbatas dibanding periode sebelumnya.

<"On a regular basis, secara rutin, periodik kami di tingkat pimpinan maupun analis dan teknis terus melakukan komunikasi berkala dan intensif dengan para index provider global termasuk MSCI, Foxy Russell dan yang lainnya," kata Hasan Fawzi, Anggota Dewan Komisioner OJK.

Penetapan daftar pendaftaran baru maupun penghapusan emiten dalam indeks MSCI akan mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan bursa 31 Agustus 2026.

<"Kalaupun ada yang keluar rasanya dari perhitungan kami sementara ini tidak akan sebesar atau lebih signifikan dibanding keputusan rebalancing yang mereka lakukan di bulan Mei yang lalu," ujar Hasan Fawzi, Anggota Dewan Komisioner OJK.

Di sisi lain, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mencermati pergerakan IHSG juga dipengaruhi faktor eksternal terkait eskalasi konflik Timur Tengah serta prospek ketatnya suku bunga acuan global.

<"Pelaku pasar tampaknya cenderung menantikan tinjuan rebalancing MSCI bulan Agustus yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026,” ujar Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas.

Kandidat tunggal Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dinilai pasar memberikan kepastian arah kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan laju inflasi nasional.

<"Pengalamannya di BI dapat membantu menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Namun, tantangan utamanya adalah mempertahankan independensi BI sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pemerintah,” ujar Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas.

Transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa mencatatkan frekuensi sebanyak 2.163.000 kali dengan volume 34,01 miliar lembar saham senilai Rp14,48 triliun.

<"Ketidakpastian tetap ada mengenai potensi kesepakatan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz, membuat pasar waspada terhadap inflasi dan prospek suku bunga,” ujar Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas.

Sementara itu, MSCI menegaskan dalam rilis sebelumnya bahwa ketentuan perlakuan khusus serta pengeluaran saham yang terindikasi kepemilikan terkonsentrasi tinggi tetap diberlakukan pada perombakan indeks kuartal ini.

<"Semua perubahan akan berlaku efektif pada penutupan 31 Agustus 2026,” tulis MSCI, penyedia indeks global.

Penambahan emiten baru asal Indonesia dipastikan absen dalam daftar inklusi kuartalan MSCI periode Agustus 2026 sesuai dengan keputusan pengelola indeks pada Juli lalu.

<"Sebagai tambahan, MSCI juga akan tetap menghapus saham-saham yang ditetapkan masuk dalam High Shareholding Concentration (HSC) oleh otoritas pasar saham Indonesia," jelas MSCI, penyedia indeks global.

Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia Fath Aliansyah Budiman menilai keputusan penyesuaian portofolio MSCI periode ini tidak akan memicu tekanan jual berlebihan pada pasar saham berkembang.

<"Dengan melihat volatilitas pasar emerging market, harusnya dari sisi Indonesia harapannya tidak ada pengurangan bobot yang berlebihan,” jelas Fath Aliansyah Budiman, Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed