Tiga Mantan Kader Partai Demokrat Resmi Bergabung ke NasDem Jawa Barat
Tiga mantan kader Partai Demokrat resmi bergabung dengan Partai NasDem Jawa Barat dan menerima Kartu Tanda Anggota di Akademi Bela Negara Partai NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Ketiga politisi tersebut adalah mantan Sekretaris DPD Demokrat Jawa Barat Wawan Setiawan, serta dua mantan anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Demokrat, Achdar Sudrajat dan Toto Purwanto.
Pelantikan dan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim. Kepindahan ketiga tokoh politik daerah ini dikonfirmasi oleh pimpinan wilayah partai di lokasi pelantikan.
"Hari ini Nasdem kedatangan tamu baru. Ada yang keluar, ada yang masuk. Nah, sekarang Nasdem hari ini ada yang masuk menjadi, bergabung menjadi anggota Partai Nasdem di Jawa Barat khususnya, ya. Mudah-mudahan beliau juga akan ikut berkontestasi di 2029," ujar Ketua DPW Nasdem Jabar M Rahmat.
Rahmat menjelaskan bahwa kepindahan mereka dipicu oleh adanya sejumlah hal yang belum sempat terealisasi saat masih bernaung di partai sebelumnya. Ia menambahkan bahwa kepengurusan partai menyambut baik kehadiran para kader baru tersebut.
"Nah, sekarang beliau semuanya bergabung di Partai Nasdem, akan mengikuti lagi kontestasi di 2029," ucap Rahmat.
Pengurus DPW Partai NasDem Jawa Barat itu juga menegaskan komitmen para kader yang baru bergabung untuk menjadikan partai berlogo restorasi tersebut sebagai pelabuhan politik terakhir mereka.
"Dan beliau-beliau juga siap, perlabuhan yang terakhir barangkali untuk beliau semua. Karena mungkin ada hal-hal yang belum terlaksana, tapi sekarang akan mencoba merealisasikannya di Partai Nasdem," ucapnya.
Sementara itu, Wawan Setiawan menyatakan optimismenya terhadap peluang pertumbuhan partai barunya di masa depan. Ia menargetkan ketiga mantan legislator tersebut dapat meraih kursi legislatif pada pemilu mendatang.
"Insya Allah kami diberikan gelanggang pertarungan oleh Partai Nasdem, insya Allah akan kami manfaatkan sebaik-baiknya sehingga kami bertiga ini menjadi anggota legislatif dari Partai Nasdem," kata Wawan.
Wawan menggarisbawahi bahwa keputusan berpindah partai ini dilandasi pertimbangan usia serta niat untuk memfokuskan sisa karier politiknya di satu partai saja.
"Dan ini kami nyatakan ini partai terakhir kami, karena usia kami juga menjelang 60-an. Kalau Pak Achdar sih sudah 60," ujar dia.
Anggota baru lainnya, Achdar Sudrajat, memaparkan rekam jejak karier politiknya yang sempat berpindah partai sebelum akhirnya berlabuh di NasDem. Ia menargetkan diri untuk maju ke tingkat nasional.
"Kemudian juga 2 periode di Provinsi Jawa Barat dari Partai Demokrat. Insya Allah melanjutkan periode terakhir saya DPR RI dari Partai Nasdem. Dan saya all out akan berjuang habis, dan saya akan menambah suara untuk Partai Nasdem," kata Achdar.
Adapun Toto Purwanto mengutarakan bahwa faktor utama yang mendorong kepindahannya adalah prinsip politik tanpa syarat finansial yang konsisten diterapkan oleh Partai NasDem.
"Akibat ideologi politik tanpa mahar yang diterapkan di Partai Nasdem. Dan itu tentunya bagi kami para politisi, bagi kami para mantan anggota DPRD Provinsi, saya, Pak Wawan 2 periode, Pak Achdar 2 periode, saya sendiri 3 periode, tentu dengan ideologi tanpa mahar itu akan membesarkan Partai Nasdem di tahun 2029," kata Toto.
Toto menambahkan bahwa pengeterapannya membuat para politisi dapat berjuang lebih maksimal tanpa beban finansial di awal pendaftaran.
"Silakan diterjemahkan sendiri. Karena saya kader Partai Demokrat tahun 2024, perjalanan itu menyisakan sesuatu pertanyaan. Ternyata partai politik yang mengideologikan dengan ideologi tanpa mahar itu akan semakin membesar, membesar, dan membesar. Karena tidak terbebani, para politisinya tidak terbebani oleh mahar politik," ujar dia.
Di wilayah lain, pergerakan kader juga terjadi ketika Bupati Enrekang Muh Yusuf R memutuskan pindah ke Partai Gerindra dari Partai NasDem. Menanggapi fenomena kepindahan kader, Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif menyatakan pihaknya tidak akan menghalangi keputusan pribadi para kepala daerah.
"Masalah politik adalah urusan pribadi. Ketika dia sudah menentukan pilihan politik, beralih ke partai lain, saya kira tidak bisa dihalangi," ujarnya kepada wartawan saat Bimtek dan Konsolidasi di Makassar, Minggu (30/8/2026).
Syaharuddin mengingatkan seluruh kader agar tetap mengingat sejarah pergerakan dan kontribusi partai yang telah membesarkan nama mereka hingga meraih jabatan publik.
"Kami di NasDem ini adalah kader yang membangun dari awal pemilu. Dengan posisi kepala daerah NasDem yang ada sekarang ini, itu adalah kader murni di Partai NasDem," ucap Bupati Kabupaten Sidrap itu.
Ia meyakini bahwa loyalitas kader murni akan tetap terjaga di tengah maraknya tawaran serta negosiasi dari partai politik lain.
"Saya yakin, konsistensi dan komitmen perjuangan tetap. Yang namanya orang lobi-lobi, negosiasi, pasti ada. Tapi saya rasa komitmen perjuangan, konsisten menjalankan Amanah, Insyaallah kader kami menjaga dengan baik," tuturnya optimistis.
Selain dinamika perpindahan kader, penguatan internal terus dilakukan melalui program NasDem Tower Tour di Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026). Kader dari berbagai daerah meninjau fasilitas Galeri Kebangsaan yang menampilkan patung pahlawan nasional.
"Sangat excited bagi kami yang baru pertama kali diajak berkeliling NasDem Tower. Ini luar biasa, kita bisa melihat perjuangan Indonesia," ujar Pengurus DPW Partai NasDem Riau Ayu Irma Yessy.
Ayu menilai pameran sejarah di markas pusat partai tersebut menjadi sarana penting untuk merawat ingatan sejarah para kader.
"Ide Ketua Umum Surya Paloh membuat ruang Galeri Kebangsaan mengisyaratkan agar kita sebagai kader tidak melupakan sejarah Indonesia," katanya.
Apresiasi senada disampaikan oleh kader dari wilayah timur Indonesia yang menilai galeri tersebut sebagai simbol penghormatan terhadap seluruh pahlawan dari berbagai daerah.
"Kebanggaan tersendiri, di mana para pahlawan dari Sabang sampai Merauke diberi ruang dan tempat khusus sebagai wujud kepedulian seorang Surya Paloh atas kecintaannya pada bangsa dan negara," ujar anggota DPRD Papua Tengah Anis Labene.
Kunjungan fasilitas tersebut ditutup dengan pandangan dari kader Jawa Barat mengenai nilai nasionalisme yang dihadirkan di dalam gedung markas besar partai.
"Saya melihat satu-satunya partai yang benar-benar tinggi nasionalismenya," ujar kader Partai NasDem Jawa Barat Elisabet Kurniawati Tjianti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow