Timnas Putri U16 Indonesia Bersiap Hadapi Yordania di Semifinal

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional U16 putri Indonesia dijadwalkan bertanding melawan Yordania pada laga semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 di Stadion Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026). Skuad Garuda Pertiwi melaju ke fase gugur usai menjuarai Grup A dengan menyapu bersih kemenangan atas Arab Saudi, Malaysia, dan Hong Kong.

Di sisi lain, Yordania menembus semifinal sebagai runner-up Grup B setelah mengoleksi tiga poin usai meraih kemenangan 3-1 atas Putri Nusantara pada pertandingan terakhir babak grup. Sementara itu, posisi juara Grup B diamankan oleh Thailand dengan koleksi sembilan poin yang akan bertemu Malaysia di partai semifinal lainnya.

Sinergi pembinaan antara PSSI dan Djarum dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun peta jalan sepak bola putri nasional hingga menargetkan kelolosan ke Piala Dunia. Kehadiran kompetisi pendukung seperti Campus League juga memberikan jaminan masa depan pendidikan bagi para atlet muda.

"Tapi generasi ini ambisinya harus lebih tinggi, setinggi langit, yaitu Piala Dunia. Kita sudah memulai dengan benar melalui kerja sama PSSI dan Djarum," kata Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia Garuda Pertiwi.

Timo Scheunemann menjelaskan bahwa pembinaan sepak bola wanita secara serius di Indonesia baru berjalan sekitar tiga tahun, sehingga kualitas tim secara umum masih berada di bawah Thailand. Kendati demikian, ia menilai para pemain kelahiran 2010 hingga 2012 memiliki potensi besar untuk menjadi pilar masa depan.

"Sekarang sudah ada Campus League juga, jadi orang tua bisa membiarkan anaknya main bola karena bisa sampai kuliah melalui jalur sepak bola," ujar Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia Garuda Pertiwi.

Ia menekankan bahwa fokus utama pembinaan kelompok umur adalah meningkatkan kualitas individu pemain melampaui capaian generasi sebelumnya. Apresiasi juga diberikan kepada para pemain senior yang dinilai sukses mempopulerkan sepak bola putri di tanah air.

"Kita baru mulai tiga tahun lalu, jadi makanya kalau ketemu Thailand kita masih tertinggal," kata Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia Garuda Pertiwi.

Kondisi fisik seluruh pemain Garuda Pertiwi dipastikan berada dalam kondisi prima tanpa mengalami cedera menjelang laga penting tersebut. Meskipun kedalaman tim belum ideal lantaran baru dibentuk, kebugaran pemain menjadi modal berharga bagi tim pelatih.

"Tapi generasi ini, generasi 2009 ke bawah (kelahiran 2010, 2011, 2012), inilah generasi yang kita harapkan ke depannya," ujar Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia Garuda Pertiwi.

Sikap saling menghormati tetap dijaga oleh kedua tim demi menjaga fokus penuh pada penerapan strategi di lapangan pertandingan.

"Makanya saya bilang, lebih daripada sekadar menang atau juara, kita harus membina pemain supaya bisa lebih daripada yang ada sekarang," kata Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia Garuda Pertiwi.

Ia turut mengapresiasi kontribusi yang telah diberikan oleh para pemain senior dalam membuka jalan bagi kemajuan sepak bola putri nasional.

"Kita bersyukur senior sekarang sudah membuat sepak bola putri lebih dikenal, itu pencapaian luar biasa dari Safira Ika dan kawan-kawan," ujar Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia Garuda Pertiwi.

Kesiapan fisik para pemain yang terjaga dengan baik diakui menjadi hal yang sangat menguntungkan di tengah terbatasnya kedalaman skuad.

"Kita bersyukur sekali bahwa tidak ada yang cedera. Memang kedalaman tim itu tidak sebaik yang saya harapkan karena memang kita baru membentuk," kata Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia Garuda Pertiwi.

Kondisi bebas cedera tersebut diharapkan dapat terus bertahan hingga laga krusial menghadapi Yordania selesai dilaksanakan.

"Jadi, bahwa tidak ada yang cedera itu sesuatu yang sangat positif. Kita berharap tetap seperti itu di pertandingan melawan Yordania," ujar Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia Garuda Pertiwi.

Komitmen untuk tidak terlena dan tetap menghormati kekuatan lawan menjadi perhatian utama tim pelatih menjelang pertandingan.

"Sama seperti pelatih Yordania katakan, dia respek sama kita, kita juga respek sama dia. Saya tidak mau bicara apapun, hanya mau fokus pada Yordania," kata Timo Scheunemann, Pelatih Timnas Putri Indonesia Garuda Pertiwi.

Dari grup lain, Pelatih Kepala Tim Nasional U-16 Putri Indonesia (Putri Nusantara), Takumi Taniguchi, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meskipun gagal melaju ke babak semifinal karena kalah selisih gol dari Yordania.

"Jelas mereka punya potensi. Kami mencoba menerapkan high-pressing, agresif, dan mencoba melakukan banyak tembakan," ujar Takumi Taniguchi, Pelatih Kepala Tim Nasional U-16 Putri Indonesia (Putri Nusantara).

Perkembangan signifikan yang ditunjukkan para pemain selama babak grup dinilai sebagai pencapaian positif bagi proses pembinaan tim.

"Mereka telah mencoba dan berkembang pesat. Itulah poin utamanya, baik dari sisi penyerangan maupun pertahanan," kata Takumi Taniguchi, Pelatih Kepala Tim Nasional U-16 Putri Indonesia (Putri Nusantara).

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemain yang terus berjuang hingga menit akhir pertandingan demi mengejar target gol.

"Kami tahu kami butuh mencetak tiga gol, bahkan lebih. Para pemain telah memberikan segalanya dan kami mencetak gol yang diinginkan," ujar Takumi Taniguchi, Pelatih Kepala Tim Nasional U-16 Putri Indonesia (Putri Nusantara).

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed