Timnas Skateboard Indonesia Latihan Intensif Jelang Asian Games 2026 di Bali
Timnas Skateboard Indonesia melakukan latihan intensif di Amplitude Skatepark, Kerobokan, Bali sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Kontingen Indonesia mengirimkan 432 atlet untuk 35 cabang olahraga, dengan target meraih empat medali emas. Dari total atlet tersebut, tujuh adalah skater yang akan berlaga di Asian Games 2026.
Para atlet skateboard akan bertanding di Aichi Sky Expo Hall B, Tokoname, Prefektur Aichi. Timnas terdiri dari Sanggoe Darma Tanjung, Basral Graito Hutomo, Ni Wayan Malana Fairbrother, dan Zeefara Mahika Darmawan untuk nomor street, serta Nyimas Bunga Cinta, Mikaila Shanum Caya, dan Yusi Firdausy untuk nomor park.
Pelatih Timnas Skateboard Indonesia, Anthony Adam Caya, menyatakan bahwa mereka memulai latihan intensif sejak 5 September hingga 15 September sebelum bertolak ke Jakarta dan kemudian ke Jepang pada 20 September.
"Kami sudah melakukan latihan intens dari tanggal 5 September hingga 15 September. Selanjutnya kami menuju Jakarta dan langsung ke Jepang pada 20 September," ujar Adam Caya.
"Atlet yang turun di nomor park, lebih dulu berangkat. Baru sehari setelahnya, atlet di nomor street yang menyusul," tambahnya.
Menurut Adam Caya, seluruh atlet dalam kondisi siap tempur dengan target minimal satu medali, mengacu pada keberhasilan meraih medali perak pada Asian Games 2023 di Hangzhou oleh Sanggoe Darma Tanjung.
"Minimal bisa mempertahankan satu medali yang didapat saat Asian Games sebelumnya. Tapi saya melihat semua atlet memiliki peluang," kata Adam Caya.
Ia juga mengakui menghadapi negara kuat seperti Jepang dan China yang sudah sering berlaga di Kejuaraan Dunia menjadi tantangan berat bagi tim Indonesia.
"Seperti Jepang, Korea Selatan, dan China, mereka sudah langganan di Kejuaraan Dunia. Kami sekarang harus berhadapan dengan mereka. Sangat berat untuk kami, tapi tidak menyurutkan semangat untuk melawan mereka nanti," tambahnya.
Selain itu, tantangan lain adalah desain lintasan yang baru diterima dari tuan rumah dua minggu sebelum pertandingan, yang berbeda dengan lintasan latihan biasa.
"Kami baru melihat desain visual lintasan. Sekarang kami mencoba mengimplementasikannya saat sesi latihan. Ini menjadi keuntungan untuk tuan rumah," jelas Adam Caya.
Latihan saat ini difokuskan pada pengaturan strategi dan peningkatan kemampuan sambil meminimalkan risiko cedera menjelang pertandingan.
"Kami harus benar-benar memastikan mereka melakukan upgrade skill sesuai kemampuannya. Kami juga ingin meminimalkan cedera sebelum Asian Games," tutupnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow