Transformasi Danau Bonneville dari Danau Raksasa Menjadi Hamparan Garam
Bentuk muka bumi yang kita lihat saat ini seringkali jauh berbeda dengan penampakannya di masa lampau. Salah satu contohnya adalah Danau Bonneville, yang kini hanya meninggalkan hamparan garam luas dan pegunungan terjal.
Dilansir dari Detikcom, danau ini pernah membentang dari wilayah Utah hingga Nevada dan Idaho dengan kedalaman lebih dari 105 meter. Proses transformasinya dari danau raksasa menjadi daratan kering berlangsung selama ribuan tahun.
Danau Bonneville mulai terbentuk secara alami sekitar 55.000 tahun lalu. Awalnya, aktivitas vulkanik di Idaho Tenggara mengalihkan aliran Sungai Bear ke Lembah Gem dan cekungan sekitarnya. Air dalam jumlah besar kemudian terakumulasi di bendungan alami Red Rock Pass, membentuk danau ini.
Proses Runtuhnya Bendungan Alami
Seiring waktu, bendungan alami tersebut tidak lagi mampu menahan volume air yang semakin besar. Akibatnya, sekitar 18.000 tahun lalu, bendungan runtuh dan memicu banjir besar. Air mengalir deras ke sistem sungai di Kolombia selama enam minggu, menyebabkan permukaan danau turun drastis lebih dari 105 meter—setara dengan ketinggian gedung 30 lantai.
Perubahan iklim yang semakin hangat dan kering mempercepat penyusutan Danau Bonneville. Danau ini akhirnya terpecah menjadi beberapa danau yang masih eksis hingga kini, seperti Danau Utah, Danau Sevier, dan Danau Great Salt.
Peninggalan Geologis yang Menakjubkan
Setelah kering, bekas dasar danau berubah menjadi area pegunungan akibat pergerakan kerak bumi yang menciptakan patahan. Hamparan garam yang tersisa kini menampilkan lingkaran dan teras hasil erosi gelombang, menandai tempat-tempat di mana gelombang pernah bertemu dengan pantai.
Dari luar angkasa, batas-batas danau purba ini masih terlihat jelas. Di beberapa cekungan rendah, air yang belum menguap membentuk mineral terkonsentrasi, yang akhirnya menjadi endapan garam dengan warna kontras dibandingkan lingkungannya. Siklus banjir dan penguapan selama ribuan tahun juga berkontribusi terhadap akumulasi tanah liat, marl, pasir, dan sedimen di dasar danau.
Hamparan ini juga dihiasi pegunungan seperti Silver Island Mountain, Newfoundland Mountains, dan Pilot Range, yang mengandung batuan sedimen dan metasedimen berusia ratusan juta tahun.
Jejak Sejarah di Hamparan Garam
Hampir dua abad lalu, tepatnya pada Agustus 1846, rombongan Donner-Reed—komunitas perintis Amerika—melewati hamparan garam ini dengan mengambil jalan pintas menuju Pilot Range. Mereka berjalan di sepanjang tepi selatan Pulau Crater, tanpa menyadari bahaya yang tersembunyi.
Hamparan garam yang terlihat kokoh ternyata menipu. Gerobak berat rombongan terjebak di lumpur yang tersembunyi di bawah permukaan yang kering dan keras. Kondisi ini memperlambat perjalanan mereka, hingga akhirnya sebagian barang dalam gerobak harus ditinggalkan untuk meringankan beban.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow