Donald Trump Ancam Laporkan Jurnalis NBC ke FCC
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melaporkan jurnalis senior NBC Kristen Welker ke Federal Communications Commission (FCC) guna menuntut sanksi, menyusul perselisihan terkait liputan dukungan politiknya jelang pemilu mendatang.
Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (30/8). Trump menyoroti pernyataan Welker yang menyebut hasil dukungannya terhadap kandidat pemilu primer memiliki 'hasil yang beragam'.
Trump membantah narasi tersebut dan mengeklaim bahwasanya 98 persen kandidat yang didukungnya berhasil memenangkan pemilu primer.
"Bagaimana mungkin ada orang yang diizinkan mengatakan ini, sementara ia bekerja menggunakan frekuensi publik yang diberikan secara cuma-cuma?" tulis Trump.
Sikap keras tersebut memperpanjang ketegangan antara Trump dan penyiar acara Meet the Press tersebut.
"Karena ketidakakuratan yang disengaja ini, dia akan dilaporkan ke FCC," tulis Trump.
Welker sebelumnya pernah mewawancarai Trump secara langsung pada Juni lalu, yang berakhir memanas setelah ia menekan sang presiden terkait klaim kecurangan Pemilu 2020.
"Pemilu Anda curang, dan Anda curang, dan Meet the Press curang, begitu pula ABC, CBS, dan CNN. Kalian adalah jaringan media curang yang memihak," kata Trump saat wawancara tersebut sebelum melepas mikrofonnya dan meninggalkan ruangan.
Perselisihan dengan NBC ini menambah panjang daftar tindakan hukum dan tekanan pemerintah Trump terhadap lembaga penyiaran serta media massa. Pada bulan ini, pemilik ABC News, Disney, menggugat FCC atas tindakan peninjauan lisensi siaran yang dinilai sebagai bentuk balasan politik.
Langkah FCC tersebut menyusul desakan Trump untuk memecat pembawa acara Jimmy Kimmel. Selain itu, Trump tercatat mengajukan gugatan pencemaran nama baik bernilai miliaran dolar terhadap beberapa media besar, termasuk The New York Times dan BBC.
Pemerintahan Trump juga menggunakan jalur hukum untuk menekan para jurnalis agar menyerahkan sumber rahasia. Agen FBI mendatangi kediaman jurnalis The New York Times terkait investigasi liputan operasi militer, sementara Departemen Kehakiman sempat berupaya meminta catatan telepon jurnalis yang meliput isu keamanan nasional.
Tindakan tersebut memicu kritik tajam dari organisasi kebebasan pers seperti Committee to Protect Journalists dan Reporters Without Borders, yang mencatat peringkat kebebasan pers Amerika Serikat telah merosot ke posisi 64 di tingkat global.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow