Trump Desak FCC Beri Sanksi pada Kristen Welker NBC atas Komentar Pilkada

Smallest Font
Largest Font

Presiden Donald Trump menyerukan agar Federal Communications Commission (FCC) memberikan "teguran atau hukuman" kepada Kristen Welker, pembawa acara NBC News "Meet the Press", atas komentar yang ia anggap tidak akurat mengenai hasil dukungan calon politik yang diberikan Trump di pemilihan pendahuluan.

Seruan Trump tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial pada hari Minggu, 30 Agustus 2026, menanggapi sebuah segmen di stasiun lokal NBC di Washington, DC, sebelum acara utama "Meet the Press" ditayangkan.

Dalam segmen tersebut, Welker menyebut bahwa hasil dukungan Trump terhadap kandidat dalam pemilihan pendahuluan bersifat "beragam". Ia menyebut kemenangan Darline Graham, yang didukung Trump, sebagai contoh keberhasilan.

Trump membalas dengan menyebut Welker sebagai "hostess yang tidak populer" dan menuduhnya melakukan "ketidakakuratan yang disengaja". Ia juga menyatakan bahwa komentar Welker akan dilaporkan ke FCC untuk diberikan sanksi.

"Kristen Welker, 'hostess' yang tidak populer dari Meet the Press yang dulunya hebat, sekarang dianggap Meet the Fake Press, baru saja mengatakan bahwa Donald Trump memiliki 'hasil campuran' pada dukungan kandidatnya, padahal kemenangan Darline Graham dan Mike Mazzei mencapai 100% untuk Senat AS dan 98% untuk DPR," kata Trump dalam unggahan tersebut, dilansir dari cnn.com dan theguardian.com.

Trump berharap Brendan Carr, Ketua FCC yang diangkatnya, bersama anggota komisi lainnya, dapat menanggapi ancaman ini dengan serius.

FCC memiliki kewenangan terbatas dan tidak dapat melarang siaran berdasarkan sudut pandang tertentu, seperti yang tercantum di situs resmi FCC. Namun, Brendan Carr diketahui pernah mengambil tindakan tegas terhadap beberapa stasiun penyiaran setelah keluhan dari Trump.

Anna Gomez, satu-satunya anggota Demokrat di FCC, menanggapi seruan Trump dengan menyatakan bahwa "FCC tidak punya kewenangan menghukum jurnalis yang tidak disukai pemerintahan ini" dan menilai ancaman tersebut berbahaya bagi kebebasan pers dan demokrasi.

Kristen Welker sebelumnya pernah menghadapi kritik dari Trump, termasuk saat wawancara panjang yang berakhir dengan Trump meninggalkan sesi tersebut setelah ditanya tentang janji tanpa perang dan kebijakan kontroversial lainnya.

Juru bicara NBC News membela Welker dengan menyatakan, "Kristen adalah salah satu yang terbaik dalam bisnis ini dan kami mendukungnya."

Trump sebelumnya juga mengkritik hasil dukungan politiknya sendiri yang dianggap "beragam" oleh beberapa media, termasuk kekalahan beberapa kandidat dalam pemilihan pendahuluan seperti Mike Lindell di Minnesota dan Randy Feenstra di Iowa.

Selain menyerang Welker, Trump juga mengeluhkan "survei palsu" yang menurutnya merugikan, dan berharap FCC akan turun tangan untuk mengatasinya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed