Donald Trump Mengecam Penolakan Warga Terhadap Proyek Data Center AI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam penolakan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas data center artificial intelligence (AI) baru di berbagai wilayah Amerika Serikat, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Penolakan publik ini memicu kekhawatiran di internal Partai Republik jelang pelaksanaan pemilihan umum paruh waktu pada November mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump untuk merespons meningkatnya resistensi warga lokal yang khawatir akan lonjakan konsumsi listrik, penggunaan air, serta kenaikan biaya daya akibat beroperasinya pusat komputasi tersebut.
"Satu-satunya alasan mengapa masyarakat di seluruh AS tak menginginkan Data Center adalah jika mereka ingin berakhir terbelakang dan miskin," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Sikap keras ini disampaikan Trump melalui akun media sosial pribadinya guna menegaskan pentingnya infrastruktur teknologi bagi masa depan ekonomi nasional.
"Jika mereka ingin sukses dan kaya, dengan pajak yang jauh lebih rendah dan lapangan kerja di mana-mana, biarkan Data Berjaya," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ia juga menilai penolakan masyarakat terhadap infrastruktur komputasi ini justru memberikan keuntungan strategis bagi negara pesaing.
"Kabar baiknya adalah ada banyak tempat lain menginginkannya. Jika kita membunuh Angsa Bertelur Emas ini, kalian hanya bisa menyalahkan diri sendiri. China sangat gembira dengan gerakan anti Pusat Data ini. Sebenarnya, mereka tidak percaya ini sedang terjadi!" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Kekhawatiran politik atas penolakan warga tercantum dalam memo internal National Republican Senatorial Committee (NRSC) yang memperingatkan dampak elektoral proyek ini, khususnya pada persaingan kursi Senat di Ohio antara Jon Husted dari Partai Republik dan Sherrod Brown dari Partai Demokrat.
"Jika persepsi pemilih tentang data center tidak segera diperbaiki, kampanye menentang data center ini akan meluas jauh melampaui Ohio," kata National Republican Senatorial Committee.
NRSC menilai isu pembangunan fasilitas AI telah menjadi alat politik efektif yang dimanfaatkan oleh pihak oposisi untuk menekan elektabilitas kandidat dari Partai Republik.
"Masalah barunya adalah data center. Ohio adalah salah satu pemimpin dalam membangun pabrik-pabrik AI ini. Brown telah menjadikan penolakannya terhadap proyek ini sebagai fokus utama kampanyenya melawan Husted. Brown menggunakannya karena cara ini berhasil," kata National Republican Senatorial Committee.
Lembaga tersebut menambahkan bahwa kegagalan mengelola isu ini dapat berpotensi mematikan investasi infrastruktur di daerah lain.
"Data center adalah beban berat yang mengalungi leher Husted. Jika ia kalah dan data center yang disalahkan, politisi di seluruh negeri akan memperhatikannya dan mereka takkan mau mendekati proyek selanjutnya," kata National Republican Senatorial Committee.
Penolakan masyarakat terpotret dalam riset Gallup pada Mei lalu yang mencatat 70 persen warga Amerika menentang pembangunan data center AI di daerah mereka, dengan 48 persen di antaranya menyatakan sangat menentang.
Laporan Wolfe Research pada 28 Agustus juga menunjukkan terjadi penurunan hingga 60 poin dukungan bersih lintas partai terhadap pembangunan data center lokal dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Pusat data AI sendiri menampung peralatan komputasi skala besar untuk melatih model canggih milik perusahaan teknologi seperti OpenAI dan Anthropic.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow