Unggahan Peta Trump Memicu Protes Diplomatik Islandia dan Meksiko

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Luar Negeri Islandia memanggil Duta Besar Amerika Serikat Billy Long pada Senin (7/9/2026) untuk menyampaikan protes resmi. Langkah diplomasi ini dipicu tindakan Presiden AS Donald Trump yang membagikan gambar peta Amerika Utara berselimut bendera AS, termasuk wilayah Islandia, Greenland, Kanada, dan Meksiko.

Unggahan peta tanpa keterangan di platform Truth Social tersebut memperlihatkan bendera Amerika Serikat menutupi area geografis luas yang diberi label nama negaranya. Langkah kontroversial ini memicu kecaman luas dari sejumlah negara tetangga dan sekutu yang wilayahnya tercantum dalam gambar peta tersebut.

Pemerintah Islandia menegaskan keberatan mereka secara langsung dalam pertemuan resmi bersama utusan diplomatik Washington di Reykjavik.

"Dalam pertemuan tersebut, ditegaskan bahwa unggahan itu sama sekali tidak pantas," kata Kementerian Luar Negeri Islandia.

Pernyataan serupa disampaikan pejabat diplomatik Islandia untuk mempertegas posisi kedaulatan negaranya atas klaim visual yang dibuat oleh pimpinan negara sekutunya tersebut.

"Menteri Luar Negeri, Thorgerdur Katrin Gunnarsdottir, memanggil Duta Besar AS kemarin untuk menyampaikan pesan tegas bahwa gambar tersebut sama sekali tidak pantas," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan dilansir AFP.

Tindakan Trump juga memancing kritik tajam dari kalangan organisasi pekerja di Islandia yang memandang klaim simbolis itu melanggar etika antarnegara.

"Bukan begini seharusnya cara bangsa yang beradab bersikap satu sama lain," ujar Sonja Thorbergsdottir, ketua Federasi Pegawai Negara dan Kota.

Kecaman senada datang dari Denmark dan Greenland. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan sikap penolakan warganya terhadap wacana integrasi wilayah dengan pihak asing.

"Pemerintah dan rakyat Greenland telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak ingin menjadi bagian dari Amerika," kata Mette Frederiksen kepada media.

Frederiksen mengulangi kembali ketegasan posisi tersebut saat melakukan kunjungan kerja langsung ke wilayah otonom tersebut.

"Kami tentu dapat menegaskan kembali pesan tersebut hari ini," ujarnya kepada kantor berita Ritzau saat mengomentari peta itu dalam kunjungannya ke Greenland.

Dari kawasan Amerika Latin, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum turut memberikan respons keras terhadap unggahan gambar peta yang ikut mencaplok wilayah kedaulatan negaranya.

"Di bulan peringatan tanah air kita ini, kami menegaskan kembali bahwa Meksiko bukan dan tidak akan menjadi koloni atau wilayah protektorat negara asing mana pun. Dengan bangga, kami adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat," tegasnya dalam pernyataan via media sosial X.

Sebelum insiden peta ini, Trump beberapa kali melontarkan gagasan pengubahan nama wilayah, seperti usulan mengubah Danau Ontario menjadi Danau Amerika serta klaim atas Selat Hormuz.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed