Trump Prediksi Perang AS vs Iran Berakhir Usai Pemilu Paruh Waktu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi perang antara AS dan Iran akan berakhir setelah pemilihan umum paruh waktu pada 3 November 2026. Pernyataan ini disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di Dallas, Texas, Rabu (9/9).
Trump menegaskan AS tidak ingin kembali ke meja perundingan nuklir dengan Iran dan menekankan bahwa pemerintahannya berfokus pada penghentian program nuklir Iran. Ia juga mengklaim operasi militer AS di Selat Hormuz berhasil melumpuhkan sembilan kapal tanker Iran.
"Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilihan karena mereka (Iran) tak bisa bertahan lebih lama lagi," ujar Trump, menurut Anadolu Agency.
Dalam kesempatan berbeda, Trump menyatakan AS tidak aktif mengejar jalur perundingan damai, meskipun pintu dialog tetap terbuka. Gedung Putih lebih memprioritaskan pengetatan sanksi ekonomi untuk memperlemah posisi finansial Iran, kata Trump kepada wartawan, dikutip dari Suara.com.
Konflik militer antara kedua negara masih berlangsung keras setelah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada Juni lalu. Eskalasi ini bermula dari serangan militer AS dan Israel di wilayah Iran pada Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran.
Trump juga mengklaim blokade laut yang diberlakukan AS terhadap Iran sangat kuat dan efektif, yang menurutnya memberikan tekanan berat pada negara itu. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam acara Steel Across America di luar Gedung Putih, seperti dilansir Serambinews.com.
"Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Dan mereka telah dihukum berat," ujar Trump. Ia juga memuji kinerja militer AS atas operasi yang dilakukan terhadap Iran.
Ketegangan antara Washington dan Teheran sempat mereda setelah penandatanganan nota kesepahaman mediasi Pakistan dan Qatar pada Juni, namun hubungan kembali memburuk akibat tuduhan pelanggaran oleh AS dan serangan militer yang berlanjut.
Trump lebih lanjut menyatakan bahwa AS mungkin akan segera menyerang Gunung Pickaxe, lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan rahasia nuklir Iran dekat fasilitas Natanz. Pernyataan ini dilaporkan oleh Anadolu Agency pada 5 September.
Meski perang yang telah berlangsung selama enam bulan ini menewaskan 18 tentara AS dan ribuan warga Iran, Trump menyebut konflik ini sebagai "masalah kecil" dan menegaskan AS telah menguasai Selat Hormuz serta menghancurkan kekuatan militer Iran.
"Apa yang telah kami lakukan sungguh luar biasa. Kami mengambil alih Venezuela dan pada dasarnya kami telah mengambil alih Iran," kata Trump, dikutip dari Detik.com.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow