Turis Australia Ditagih Rp 5,4 Juta Saat Kebakaran Restoran di Bali
Seorang wisatawan asal Australia, Sebastian Amundsen (22), dipaksa melunasi tagihan makanan senilai USD 430 atau sekitar Rp 5,4 juta saat berupaya menyelamatkan diri dari kebakaran di Restoran Chez Gado-Gado, Seminyak, Bali, pada Minggu (30/8), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Peristiwa tersebut bermula ketika Amundsen sedang menyantap makan malam bersama rekan-rekannya di area lantai bawah bangunan restoran. Suasana makan malam yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan massal saat percikan api mulai berjatuhan dari bagian atap.
"Kami hanya berniat makan malam biasa. Semuanya tampak normal. Namun dalam sekejap, suasana berubah dari malam yang tenang menjadi kepanikan luar biasa," ujar Amundsen.
Para pengunjung yang dilanda ketakutan langsung berebut menuju pintu keluar untuk menyelamatkan diri. Ketika Amundsen dan rombongannya mencoba menerobos kepanikan tersebut, seorang staf restoran mendadak menghentikan langkah mereka untuk menagih pembayaran makanan.
"Yang membuat situasi semakin menakutkan adalah saat kami berusaha keluar, pihak restoran awalnya mengatakan bahwa kami harus melunasi tagihan sebelum pergi," ujar Amundsen.
Tanpa sempat memeriksa rincian pesanan, pria kelahiran Norwegia itu memilih langsung menyetujui pembayaran demi keselamatan jiwanya. Karena tidak mengantongi uang tunai, ia harus menunggu petugas membawa mesin pembayaran elektronik (EDC) ke hadapannya.
"Saya bahkan tidak melihat berapa jumlah tagihannya. Saya hanya menempelkan kartu, lalu kami berlari keluar," kata Amundsen.
Transaksi menggunakan pembayaran digital Apple Pay tersebut tercatat berhasil dilakukan pada pukul 19.29 WITA. Amundsen menjadi salah satu pelanggan terakhir yang berhasil keluar tepat sebelum seluruh struktur atap jerami habis dilalap si jago merah.
"Jika kami bertahan lebih lama lagi, kami bisa saja tewas," kata Amundsen.
Insiden kebakaran besar yang terjadi sesaat sebelum pukul 19.30 WITA ini diduga kuat akibat ledakan balon berisi gas hidrogen saat acara perayaan ulang tahun. Kobaran api merambat cepat dan menghanguskan seluruh bangunan hingga hanya menyisakan kerangka.
"Saya melihat kondisi lokasi setelah kebakaran keesokan harinya... tempat itu sudah hancur lebur," ujar Amundsen.
Musibah ini mengakibatkan seorang karyawan restoran menderita luka bakar di bagian tangan, sementara seorang remaja asal Australia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar.
"Menyaksikan rekaman kejadian setelahnya terasa sangat berbeda dibandingkan berada langsung di lokasi; Anda bisa melihat kobaran apinya, namun sulit untuk menggambarkan betapa menakutkan dan kacaunya situasi saat itu," kata Amundsen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow