Urine Pendaki Everest Picu Pencairan Es Hingga 154 Ton
Aktivitas manusia di kawasan Gunung Everest mempercepat pemanasan dan pencairan gletser akibat ribuan liter urine yang dibuang langsung oleh para pendaki di sekitar pemukiman sementara base camp.
Sebagaimana dilansir dari Detik Travel melalui laporan VN Express, riset dalam jurnal internasional Regional Environmental Change mengungkapkan bahwa pendaki Everest menghasilkan lebih dari 6.000 liter urine setiap harinya. Volume limbah cair tersebut terbuang langsung ke gletser tanpa pengolahan khusus.
Perhitungan para peneliti menunjukkan bahwasanya pelepasan suhu panas dari 6.000 liter urine harian mampu mencairkan sekitar 154 ton es sepanjang musim pendakian yang berlangsung selama 50 hari. Kepadatan ribuan pendaki, pemandu, serta staf pendukung yang mendirikan sekitar 1.600 tenda menjadi pemicu utama tingginya akumulasi panas tersebut.
Peningkatan suhu permukaan di area base camp tercatat mencapai 0,28 derajat Celsius per tahun dalam rentang 1991 hingga 2023 berdasarkan citra satelit Landsat. Laju kenaikan suhu di titik ini hampir dua kali lipat lebih cepat dibandingkan dengan wilayah Gletser Khumbu di sekitarnya.
Para peneliti menilai dampak termal dari aktivitas manusia berpotensi lebih besar karena analisis belum mencakup radiasi panas dari penerbangan helikopter, panas tubuh pendaki, serta ternak pengangkut barang. Selain isu suhu, National Geographic mencatat lokasi tersebut dibebani lebih dari 50 ton sampah yang mengukuhkannya sebagai tempat pembuangan sampah tertinggi di dunia.
Meskipun perubahan iklim global tetap menjadi faktor utama mencairnya gletser, tingginya populasi manusia di base camp dinilai makin tidak berkelanjutan. Tim peneliti merekomendasikan pemindahan Base Camp Everest dari permukaan gletser ke area terdekat yang lebih stabil.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow