Valentino Rossi Pantau Pembalap VR46 di Sirkuit Catalunya

Smallest Font
Largest Font

Pemilik Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Valentino Rossi, menghadiri langsung sesi latihan MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Montmelo, Barcelona, pada Sabtu, 16 Mei 2026, untuk mengevaluasi performa pembalap dan merancang masa depan tim.

Kehadiran legenda balap tersebut memberikan atmosfer baru di dalam garasi, mengingat timnya tengah menghadapi tantangan teknis akibat suhu lintasan yang dingin dan tingkat cengkeraman aspal yang sangat rendah.

Pembalap tim VR46, Fabio Di Giannantonio, berhasil mengamankan posisi keenam dalam sesi latihan tersebut, di bawah bayang-bayang Alex Marquez yang tampil sebagai yang tercepat mengungguli Jorge Martin.

"I am happy, I want to celebrate a podium with Vale," kata Fabio Di Giannantonio, Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, dilansir dari gpone.com.

Di Giannantonio menambahkan bahwa kehadiran sang bos memberikan pengaruh positif bagi kru tim, sekaligus memicu motivasinya untuk mempersembahkan hasil terbaik sebelum rumor kepindahannya ke pabrikan KTM terealisasi.

"Then Vale in the pit always has its effect. In 3 years, I have never managed to give him a podium to celebrate together on Sunday, so I really want to do a good job so that he can enjoy this weekend." ujar Fabio Di Giannantonio.

Mengenai peta persaingan di lintasan Catalunya, pembalap asal Roma itu melihat Pedro Acosta dan tim Aprilia memiliki kecepatan yang harus diwaspadai oleh pembalap lain.

"In my opinion, in terms of pace, Pedro and Aprilia are faster. Martin, Bezzecchi, Pedro: they have all always been strong. And of course, I think Alex too. So, as of now, I think they are the guys to beat." tutur Fabio Di Giannantonio.

Ketika ditanya mengenai peluangnya untuk menyamai level kecepatan para pembalap terdepan tersebut, Di Giannantonio menegaskan timnya terus melakukan perbaikan secara bertahap.

"We will try. Slowly we are working to be there." ucap Fabio Di Giannantonio.

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh para pembalap di Sirkuit Montmelo saat ini adalah kendala teknis ketika kendaraan bermanuver dalam kecepatan tinggi.

"We are working on corner entry technique. In my opinion, today we remained competitive, in the end we went fast. However, I think Aprilia still has an advantage over us." kata Fabio Di Giannantonio.

Selain masalah sirkuit, faktor cuaca ekstrem dengan suhu udara yang sangat rendah juga menjadi perhatian serius karena meningkatkan risiko kecelakaan di beberapa sektor lintasan.

"Yes, the weather was very cold. I crossed turn 2 on every lap making the sign of the cross, because the conditions were indeed a bit unique. But it's the same for everyone." ungkap Fabio Di Giannantonio.

Terkait kondisi cuaca untuk sesi balapan selanjutnya, Di Giannantonio berharap adanya perubahan iklim yang dapat meningkatkan suhu permukaan aspal.

"It looks like it will be sunny, so we have to keep working. I hope the temperature is a bit warmer, so we are a bit safer, especially on the left side of the front tyre. And in any case, I think a slightly warmer temperature will only help the work we are doing." jelas Fabio Di Giannantonio.

Mengenai insiden kecelakaan yang menimpa Jorge Martin pada sesi pagi, ia memilih tidak berkomentar karena hal itu menjadi ranah komisi keselamatan.

"I'm not in the Safety Commission, so they are the ones who will discuss it. I don't know." kata Fabio Di Giannantonio.

Kondisi sirkuit yang minim cengkeraman dinilai mirip dengan situasi di Phillip Island beberapa tahun lalu yang memicu banyak kecelakaan di tikungan kecil.

"Yes, you could say this is definitely a critical condition. A bit like Phillip Island a few years ago, when there were many crashes in small corners. But I really don't know what advice could be given to improve the situation. In the end, the weather is unpredictable. What to do? Come here, the track is dry, but not race? Maybe we need softer tyres, or asymmetric tyres? That's a big question that I really don't know the answer to. This is really a very unique condition." tutur Fabio Di Giannantonio.

Di sisi lain garasi, Franco Morbidelli yang menempati posisi ke-15 dan gagal lolos ke Q2 merasakan dampak besar dari kehadiran Rossi dalam menganalisis kelemahannya.

"It's nice to have Vale around during the races – kata Franco Morbidelli mengenai kehadiran Valentino Rossi di Montmelò – It's nice to have him around in general, but during the races he has time to fully focus on you. He goes out on the track with his clinical eye, analyzes, gives advice, sees many things, and brings a breath of fresh air to the team. Then I guess he definitely has more things to see and analyze on my side; on Diggia's side, everything is going very well and of course it's not like he's not needed, he helps there too. But maybe he helps less than on my side, where this breath of fresh air is needed more." ujar Franco Morbidelli, Pembalap Ducati.

Morbidelli merasa beruntung karena pemegang sembilan gelar juara dunia tersebut memberikan perhatian penuh di tengah kesibukannya.

"Yes, but it also feels good just to have him near you when he is completely free to pay attention to you. 95% of the time when you are with Vale, he is busy: maybe you are filming, maybe he has a thousand things to do. Instead, when at the races, he takes care of you. If you are a rider, having the best rider in history taking care of you is an incredible stroke of luck. That's a very cool feeling." kata Franco Morbidelli.

Bagi Morbidelli, sosok Rossi berada dalam jajaran atlet terbaik sepanjang masa bersama figur olahraga dunia lainnya.

"Of course: Michael Jordan, Messi, Valentino Rossi, Mike Tyson, and Tiger Woods." ucap Franco Morbidelli.

Meskipun gagal menembus kualifikasi utama, Morbidelli menganggap performa berkendaranya pada hari Jumat menunjukkan tren yang positif.

"I consider this a positive Friday. Unfortunately I got stuck in traffic during the time attack, so I couldn't finish T4 smoothly. However, in my opinion, it still wouldn't have been enough to qualify directly for Q2. Anyway, despite that failure to qualify, it was a positive day. There was a better feeling than usual, a better pace than usual." kata Franco Morbidelli.

Kendati demikian, Morbidelli mengakui kendala minimnya cengkeraman ban masih menjadi masalah yang lebih berat bagi dirinya dibandingkan pembalap lain.

"No, unfortunately not. Compared to those who were strong, I felt I had less grip even here. I don't know the problem" tutur Franco Morbidelli.

Dilansir dari Sky Sport Italia melalui oto.detik.com, Valentino Rossi memberikan pandangan teknis mengenai performa Di Giannantonio yang dinilai sangat memahami karakter motor Ducati GP26.

"Dia dalam performa terbaik dan bisa mengintepretasikan motor dengan sangat tepat. Mereka hanya melakukan sedikit perubahan di setiap lintasan, sebagian besar fokus pada setelan motor," kata Valentino Rossi, Pemilik Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

Rossi mengapresiasi efisiensi pengereman pembalapnya tersebut, meskipun persaingan ketat membuat selisih waktu antar pembalap menjadi sangat tipis.

"Tentu masih ada yang perlu diperbaiki karena selisih waktu hanya beberapa persepuluh detik, tapi menurut saya dia terlihat sangat cepat," ujar Valentino Rossi.

Selain memantau timnya, Rossi menyampaikan kesan positif terhadap penampilan adik Marc Marquez sepanjang musim balap tahun ini.

"Alex Marquez juga sangat mengesankan bagi saya, dia tampak sangat cepat," tutur Valentino Rossi.

Perhatian Rossi kemudian tertuju pada muridnya di VR46 Academy, Marco Bezzecchi, yang kini membela Aprilia Racing dan memimpin klasemen sementara.

"He is very ready to fight for the title this season. Martin was also strong at Le Mans, but we are talking about the MotoGP world championship. In reality today he also struggled, finishing outside the top 10. Consistency in MotoGP now is indeed difficult for anyone," ucap Valentino Rossi.

Bezzecchi dinilai telah matang secara teknis maupun mental setelah memenangi tiga dari lima balapan jarak jauh musim ini.

"Bez sedang menjalani musim yang luar biasa. Dia sangat fokus dan kompetitif," ujar Valentino Rossi.

Meskipun Alex Marquez tampil impresif, Rossi mengingatkan bahwa manajemen degradasi ban di aspal Barcelona akan menjadi penentu kemenangan.

"Alex Marquez memberikan kesan yang sangat baik di atas Ducati. Dia terlihat sangat cepat dan menyatu dengan motornya," ungkap Valentino Rossi.

Terkait spekulasi bursa transfer pembalap, Rossi menegaskan filosofi timnya yang akan tetap mengutamakan talenta lokal untuk musim depan.

"Tujuan kami jelas. Kami ingin tetap bekerja dengan pembalap Italia. Itulah identitas kami sejak awal," tegas Valentino Rossi.

Penegasan tersebut dilansir dari Motosan melalui kompas.com saat Rossi kembali memuji kecepatan adaptasi Alex Marquez di atas motor Ducati.

“Alex Márquez juga membuat kesan mendalam pada saya; dia tampak sangat cepat," ujar Valentino Rossi.

Evaluasi Rossi berlanjut pada setelan motor Di Giannantonio yang stabil di setiap sirkuit.

"Diggia tampil sangat baik. Dia dalam kondisi prima dan memahami motor ini dengan benar. Mereka hanya melakukan sedikit perubahan antar sirkuit, terutama fokus pada pengaturan." kata Valentino Rossi.

Kemampuan mempertahankan kecepatan tinggi di tikungan menjadi poin keunggulan utama dari gaya balap Di Giannantonio saat ini.

"Dia juga sangat efektif saat pengereman dan memasuki tikungan, serta mampu mempertahankan kecepatan tinggi di sepanjang tikungan." tutur Valentino Rossi.

Rossi menambahkan, ketatnya persaingan menuntut konsistensi tinggi dari setiap pembalap yang ingin mengamankan gelar juara dunia.

"Tentu saja, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, karena semuanya berada dalam selisih sepersepuluh detik, tetapi menurut saya dia benar-benar cepat," imbuh Valentino Rossi.

Mengenai statistik kepemimpinan klasemen, Bezzecchi menunjukkan performa dominan dengan konsisten naik podium.

"Bezzechi menjalani musim yang luar biasa. Dia memenangkan tiga dari lima balapan jarak jauh dan finis kedua di dua balapan lainnya," ujar Valentino Rossi.

Tantangan berat bursa juara dunia juga terlihat dari kesulitan yang dialami oleh rival terdekat seperti Jorge Martin di sesi latihan.

"Ke depannya, kami ingin mempertahankan setidaknya satu pembalap Italia di tim, karena tim kami selalu berkembang bersama pembalap Italia. Ada beberapa pilihan, tetapi belum ada keputusan yang diambil," imbuh Valentino Rossi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed