Wamenkominfo Soroti Risiko AI dalam Produksi Informasi di Jakarta
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyoroti potensi risiko penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam menghasilkan informasi yang keliru karena AI dapat menganggap data yang salah sebagai kebenaran, saat diproses oleh mesin.
Nezar menjelaskan bahwa AI bekerja berdasarkan data, model, dan proses pengambilan keputusan. Ketika data yang dipakai tidak valid, AI tetap dapat mengolahnya sehingga menghasilkan informasi yang tampak meyakinkan.
"Tanpa data AI tidak bisa bekerja. Data bisa salah, kemudian mesin menganggap itu benar," ujar Nezar dalam Diskusi Panel Dewan Profesor Universitas Katolik Atma Jaya di Jakarta, Kamis (10/9/2026), seperti dilansir dari Detik iNET.
Risiko ini semakin nyata ketika AI digunakan untuk membuat produk jurnalistik, seperti chatbot yang bisa menghasilkan berita tentang peristiwa erupsi Anak Krakatau tanpa proses langsung di lapangan.
Nezar yang pernah menjadi wartawan menegaskan bahwa proses jurnalistik melibatkan observasi, pencatatan, wawancara, verifikasi fakta, penyusunan informasi, pengecekan ulang, dan penyuntingan sebelum publikasi.
"Sekarang misinformasi, disinformasi, dan hoax itu menjadi top global risk menurut World Economic Forum, kalau tidak salah itu nomor dua setelah climate change. Setelah itu ada social polarization, geopolitic tension, dan sebagainya," tambah Nezar.
Dalam situasi ini, media masih memiliki peran penting sebagai penyaring informasi untuk memastikan validitasnya sebelum sampai ke masyarakat. Media juga harus mampu memanfaatkan teknologi baru tanpa mengabaikan proses verifikasi.
Perubahan cara masyarakat mengakses informasi melalui platform digital dan AI mempermudah produksi sekaligus penyebaran informasi, termasuk yang belum terverifikasi.
Nezar menekankan bahwa tantangan utama jurnalisme di era AI adalah menjaga prinsip "reporting the truth at the fullest" atau melaporkan kebenaran secara utuh.
"Pedoman kode etik jurnalistik adalah reporting the truth at the fullest, melaporkan kebenaran sepenuhnya," pungkas Nezar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow