Waskita Karya Setujui Restrukturisasi Obligasi dan Fokus Perkuat Keuangan
PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengadakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan menyetujui usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019, termasuk perpanjangan tenor, dilansir dari Detik Finance.
Dengan persetujuan ini, peluang pencabutan suspensi saham Waskita semakin besar. Perusahaan berkode saham WSKT berkomitmen memenuhi kewajiban sesuai ketentuan.
Direktur Keuangan Waskita, Wiwi Suprihatno, menyatakan perseroan terus memperkuat struktur keuangan dengan prinsip transparansi dan tata kelola yang baik. Sebelumnya, Waskita telah menjalankan Master Restructuring Agreement (MRA) dengan 21 bank.
Sejak akhir 2023, Waskita berhasil menurunkan utang sebesar 20,8% menjadi Rp 66,5 triliun dari Rp 84 triliun. Utang vendor past due berkurang 97,1% dalam sekitar empat tahun, dari Rp 2,13 triliun menjadi Rp 48 miliar pada semester I 2026.
"Kami akan terus konsisten memenuhi kewajiban yang tersisa. Langkah ini sebagai tanggung jawab sekaligus dukungan terhadap mitra yang sudah membantu kami untuk menyelesaikan beragam proyek infrastruktur," ujar Wiwi.
Kewajiban pajak past due juga telah diselesaikan 100%, sehingga per 2024 Waskita tidak lagi memiliki utang pajak tertunggak, meningkatkan kepercayaan stakeholder.
Dari sisi kinerja, Waskita mencatat pendapatan usaha Rp 4,92 triliun pada semester pertama 2026, naik 58,49% dari Rp 3,1 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
Wiwi menjelaskan, "Peningkatan pendapatan didorong oleh produksi proyek Sekolah Rakyat dan jaringan irigasi Kementerian Pekerjaan Umum. Ini membuktikan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan kinerja operasional."
Waskita masih dipercaya mengerjakan proyek strategis seperti bendungan, rumah sakit, LRT Jakarta Fase 1B, dan Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Timor Leste.
Nilai Kontrak Baru (NKB) sampai Juni 2026 mencapai Rp 5,1 triliun, dengan dominasi pekerjaan konektivitas 45,6% dan infrastruktur air 21,7%.
Wiwi menyatakan, "Kami selektif memilih proyek sebagai bagian manajemen risiko, menghindari proyek turnkey dan investasi, serta fokus pada proyek skema monthly payment dan uang muka."
Ke depan, Waskita fokus pulihkan kegiatan operasional inti sebagai kontraktor murni dan berkomunikasi dengan Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai pengelola investasi negara.
"Kehadiran Danantara memberikan perspektif baru untuk pemulihan dan pertumbuhan Waskita, termasuk optimalisasi aset tol dan mendukung konsolidasi BUMN Konstruksi," kata Wiwi.
Wiwi menegaskan optimisme bahwa langkah strategis ini akan memperkuat kinerja berkelanjutan dan daya saing perusahaan, serta berkontribusi pada perekonomian nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow