WSBP Meraih Pendapatan Rp808 Miliar pada Semester I/2026
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan kenaikan pendapatan usaha sebesar 10,3 persen menjadi Rp808,07 miliar pada Semester I/2026, meskipun kerugian bersih perseroan membengkak akibat lonjakan beban pokok pendapatan berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang dilansir dari Berita Moneter, pendapatan perseroan pada paruh pertama tahun ini ditopang oleh sektor jasa konstruksi sebesar Rp316,81 miliar, beton precast sebesar Rp310,30 miliar, serta readymix dan quarry senilai Rp180,95 miliar.
Meskipun pendapatan tumbuh dari Rp732,65 miliar pada periode yang sama tahun lalu, beban pokok pendapatan WSBP melambung 19,44 persen menjadi Rp717,99 gila-gilaan dari Rp601,15 miliar. Kondisi ini menekan laba kotor perusahaan turun sebesar 31,50 persen menjadi Rp90,07 miliar, sehingga rugi bersih membengkak 20,6 persen menjadi Rp285,59 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp236,88 miliar.
Di sisi lain, dilansir dari theiconomics.com, WSBP berhasil menekan total beban usaha sebesar 2,38 persen menjadi Rp220,22 miliar, yang didorong penurunan beban umum dan administrasi sebesar 16 persen menjadi Rp161,18 miliar serta pemangkasan beban non-contributing plant menjadi Rp5,31 miliar melalui optimalisasi utilisasi fasilitas produksi.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto menjelaskan bahwa perusahaan terus mengupayakan efisiensi dan peningkatan produktivitas demi menjaga efektivitas operasional di tengah tantangan kinerja keuangan tersebut.
“Di saat yang sama, berbagai langkah efisiensi serta peningkatan produktivitas juga terus kami lakukan agar operasional perusahaan dapat berjalan lebih efektif serta mendukung penguatan kinerja usaha secara bertahap” kata Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.
Fandy Dewanto menambahkan bahwa manajemen akan memfokuskan sumber daya perusahaan untuk memperkuat fondasi operasional demi keberlanjutan bisnis jangka panjang.
“Ke depan, WSBP akan terus berfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, menjaga kualitas produk dan layanan, serta melanjutkan berbagai inisiatif efisiensi secara berkelanjutan” kata Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.
Menurut laporan keuangan tersebut, total aset WSBP turun 4,6 persen menjadi Rp2,91 triliun per 30 Juni 2026 dari Rp3,05 triliun pada akhir tahun lalu, sementara jumlah liabilitasnya meningkat 2,59 persen menjadi Rp5,15 triliun.
“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, perseroan optimistis dapat terus memperkuat kinerja operasional serta menangkap peluang usaha yang mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan” kata Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow