xAI Luncurkan Grok Build Sebagai Agen Coding Berbasis Terminal

Smallest Font
Largest Font

Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, resmi meluncurkan Grok Build sebagai agen pengkodean berbasis Command Line Interface (CLI) pada Jumat, 15 Mei 2026. Alat ini diperkenalkan sebagai pesaing langsung bagi Claude Code milik Anthropic dan Codex besutan OpenAI dalam segmen pengembangan perangkat lunak profesional.

Dilansir dari Engadget, Grok Build saat ini masih dalam versi beta awal dan hanya dapat diakses oleh pelanggan paket SuperGrok Heavy dengan biaya langganan mencapai 300 dolar AS per bulan. xAI mendeskripsikan produk ini sebagai alat canggih untuk rekayasa perangkat lunak profesional serta pekerjaan pengkodean yang kompleks.

Melalui unggahan di platform X pada 15 Mei 2026, Elon Musk mengundang pengguna untuk mencoba sistem yang diklaim mampu menciptakan hampir apa saja tersebut. Musk juga secara spesifik menyebutkan bahwa sistem ini menggunakan tombol vim secara default, sebuah fitur krusial bagi pengembang profesional.

"Try an early beta version of Grok Build (creates pretty much anything) and let us know what needs to be improved. It would be greatly appreciated." kata Elon Musk, CEO xAI.

Langkah ini diambil setelah Musk mengakui bahwa xAI sempat tertinggal dari kompetitor dalam kemampuan pengkodean. Musk kemudian kembali meminta masukan mendetail dari para pengguna untuk pengembangan fitur di masa mendatang.

"Please list in the comments the most important features that need to be improved, fixed or added" tulis Elon Musk.

Secara fungsional, The Decoder melaporkan bahwa Grok Build menawarkan fitur yang serupa dengan kompetitor, termasuk mode rencana dengan persetujuan langkah-demi-langkah, tampilan perbedaan (diffs) sebelum perubahan, hingga dukungan sub-agen paralel. Pengguna juga dapat memberikan umpan balik langsung melalui perintah khusus di dalam aplikasi.

Meskipun beberapa pengguna memberikan respon positif, kebijakan harga langganan yang tinggi memicu perdebatan di media sosial. Sebagaimana dilaporkan Logos Press, banyak pengguna mengkritik biaya 300 dolar AS yang dinilai terlalu mahal dibandingkan solusi dari kompetitor.

"I’m not going to pay $300 a month for this" ujar seorang pengguna.

Kritik lain juga menyoroti eksklusivitas alat ini yang dianggap hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Penilaian ini mencerminkan kekhawatiran tentang aksesibilitas teknologi terbaru xAI.

"It turns out that all the computing power of premium subscribers goes to this. The rich get a new toy, and the rest of us are left with nothing." kata pengguna lainnya.

Di sisi lain, terdapat pengembang yang menyambut baik integrasi dukungan vim dan kelancaran performa Grok Build sejak awal peluncuran. Fitur-fitur teknis ini dinilai sebagai solusi tepat bagi kebutuhan para pemrogram.

"Finally. Been waiting for this for a long time. Grok Build is already running very smoothly. The vim support is a great solution." puji pengguna HaLim Codez.

Peluncuran ini juga dibayangi oleh laporan The Information mengenai eksodus talenta di perusahaan gabungan SpaceXAI, di mana lebih dari 50 peneliti dan insinyur dikabarkan telah mengundurkan diri. Tantangan ini muncul setelah SpaceX mengakuisisi xAI pada Februari 2026 dengan rencana membangun pusat data berbasis ruang angkasa menggunakan satelit.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed