Dokumenter Baru Alex Gibney Ungkap Sisi Lain Kehidupan Elon Musk
Mantan istri Elon Musk, Justine Wilson, membeberkan sebutan tidak menyenangkan dari pendiri SpaceX tersebut terhadap para ibu dari anak-anaknya dalam film dokumenter terbaru karya Alex Gibney berjudul 'Musk'.
Wilson, yang menikah dengan Musk pada periode 2000 hingga 2008 dan dikaruniai enam anak, menyebut Musk menganggap para perempuan tersebut dapat saling menggantikan. Selain enam anak dari Wilson, Musk juga memiliki tiga anak dengan penyanyi Grimes, empat anak dengan mantan eksekutif Neuralink Shivon Zilis, serta seorang putra dengan mantan influencer Ashley St. Clair.
"breeders" ujar Justine Wilson, mantan istri Elon Musk, saat mendeskripsikan sebutan Musk untuk para perempuan yang melahirkan anak-anaknya.
Pernyataan lain juga datang dari mantan influencer sayap kanan Ashley St. Clair yang turut diwawancarai dalam dokumenter tersebut mengenai keinginan Musk terhadap jumlah keturunannya.
"pasukan anak-anak sebelum perang saudara terjadi" ujar Ashley St. Clair, mantan influencer sayap kanan.
Film dokumenter berdurasi empat jam ini memicu reaksi keras dari Musk setelah mendapat standing ovation saat tayang perdana di Festival Film Venesia pada Selasa. CEO Tesla tersebut meluapkan kemarahannya melalui platform X dan menuduh film itu sebagai bentuk operasi psikologis.
"Gibney baru saja menyusun daftar orang-orang yang entah memiliki dendam pribadi atau bahkan tidak mengenal saya (tetapi tetap saja menyimpan dendam)," tulis Elon Musk, CEO Tesla, melalui akun X miliknya.
Musk juga melontarkan kritik tajam terhadap integritas sutradara film tersebut.
"Dia sama sekali tidak punya integritas. Manusia yang buruk," lanjut Elon Musk.
Perselisihan tersebut memanas setelah pengacara Musk, Alex Spiro, mengancam menempuh jalur hukum terkait bagian film yang menyiratkan tuduhan keterlibatan jaringan satelit Starlink dalam pemilu AS 2024. Pihak produksi Gibney membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa hak atas pemeriksaan berbasis fakta terhadap tokoh publik dilindungi hukum.
"Hak untuk melakukan debat terbuka dan pemeriksaan berbasis fakta terhadap tokoh publik yang berpengaruh dilindungi oleh Amandemen Pertama -- sesuatu yang seharusnya diakui dan dibela oleh seluruh warga Amerika, termasuk rekan-rekan Elon Musk, yang telah menyatakan dirinya sebagai seorang 'penganut absolut kebebasan berpendapat'," ujar juru bicara perusahaan Gibney.
Film dokumenter 'Musk' dijadwalkan tayang secara resmi di bioskop pada 16 Oktober.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow