AfD Raih 44 Persen Suara di Saxony Anhalt Jerman

Smallest Font
Largest Font

Gejolak politik mengguncang Jerman setelah partai kanan jauh Alternative for Germany (AfD) memenangkan pemilu negara bagian Saxony-Anhalt pada Minggu, 6 September 2026. Kemenangan telak ini memicu gelombang reaksi tajam yang membelah para pemimpin Eropa.

Hasil perhitungan suara menunjukkan AfD meraih 44,4 persen suara, naik lebih dari dua kali lipat dibanding pencapaian lima tahun lalu di wilayah berpenduduk 2,1 juta jiwa tersebut. Pencapaian ini menempatkan AfD di ambang mayoritas mutlak tingkat negara bagian untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

Partai Uni Demokrat Kristen (CDU) pimpinan Kanselir Friedrich Merz terpuruk di urutan kedua dengan 17,2 persen suara dan mengamankan 15 kursi. Sementara itu, Partai Sosial Demokrat memperoleh 9,3 persen suara, Partai Hijau mengantongi 8,9 persen, dan Partai Kiri mengumpulkan 8,6 persen, di mana masing-masing partai meraih delapan kursi.

Di Berlin, kekalahan tersebut menjadi pukulan langsung bagi Kanselir Merz. Sekretaris Jenderal CDU Franziska Hoppermann menyebut perolehan tersebut sebagai hasil yang sangat sulit bagi partainya, sedangkan Perdana Menteri Negara Bagian Sven Schulze hanya memberikan ucapan selamat yang datar kepada pihak pemenang.

Hasil pemilu ini disambut seruan tegas dari kepemimpinan AfD yang menilai kemenangan tersebut sebagai mandat resmi rakyat untuk melakukan perubahan fundamental.

"Kami telah menerima mandat yang sangat jelas untuk memerintah di sini," ujar Alice Weidel, Pemimpin Bersama AfD.

Weidel menggarisbawahi prioritas politik partainya yang berfokus penuh pada agenda domestik ketimbang urusan luar negeri.

"Kami berkampanye dengan platform yang jelas untuk mewakili kepentingan negara kami, bukan kepentingan Ukraina atau negara lain mana pun," kata Alice Weidel, Pemimpin Bersama AfD.

Ia juga memaparkan langkah-langkah drastis yang bakal diambil jika partainya memegang kendali pemerintahan di tingkat nasional.

"Jika kami menerima mandat untuk memerintah di tingkat federal dan memikul tanggung jawab pemerintahan, kami akan memotong semua pengeluaran yang tidak perlu. Kami akan mengendalikan perbatasan kami. Kami akan melepaskan semua orang yang diwajibkan meninggalkan negara ini dan semua penjahat. Kami akan menutup perbatasan," ucap Alice Weidel, Pemimpin Bersama AfD.

Lebih lanjut, ia memprediksi pergeseran politik nasional akan terjadi dalam waktu dekat.

"Saya juga memperkirakan pemilu federal dipercepat, dan saya berharap kanselir saat ini digantikan sebelum Natal," tutur Alice Weidel, Pemimpin Bersama AfD.

Kritik tajam turut diarahkan langsung kepada kepemimpinan Kanselir Merz di tingkat federal.

"Pemerintah kampanye yang sangat bagus bagi kami dalam kampanye pemilu ini adalah Friedrich Merz. Setiap hari pria ini berada di kantor kanselir adalah satu hari yang terlalu banyak," ujar Ulrich Siegmund, Calon Unggulan AfD di Saxony-Anhalt.

Kemenangan AfD memicu kecaman keras dari negara tetangga, khususnya Polandia.

"Hanya orang bodoh atau pengkhianat yang bisa bersukacita atas kemenangan AfD," kata Donald Tusk, Perdana Menteri Polandia.

Sebaliknya, kelompok populis kanan Eropa menyambut hasil pemilu ini sebagai momentum perubahan besar.

"Eropa lain itu mungkin," kata Matteo Salvini, Wakil Perdana Menteri Italia.

Dukungan senada disampaikan oleh pimpinan partai sayap kanan Spanyol yang menilai hasil ini memberikan dorongan positif bagi benua Eropa.

"Harapan besar bagi Jerman dan bagi Eropa," ujar Santiago Abascal, Pemimpin Vox Spanyol.

Sikap optimis juga diutarakan oleh tokoh populis Portugal yang mengaitkan kemenangan tersebut dengan keresahan publik.

"Bersejarah," kata André Ventura, Pemimpin Chega Portugal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed