Alana Hotel Sentul Menghadirkan Restoran Kuliner Italia Berkonsep Wellness

Smallest Font
Largest Font

Alana Hotel and Convention Center Sentul meresmikan Verde Social Garden, sebuah restoran bergaya Italia yang memadukan sajian kuliner dengan pendekatan wellness. Konsep ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan para pelancong akan pilihan makanan yang lebih berkualitas, seperti dilansir dari Detik Food.

Pengembangan menu di restoran tersebut dipimpin oleh Executive Chef Alana Sentul Hotel and Conference, Made Leon Winata. Konsep wellness yang diusung berfokus pada penggunaan bahan-bahan alami dan nutrisi yang tepat bagi tubuh.

"Wellness itu dari pandangan saya artinya proper nutrition ke tubuh kita, tanpa artificial atau pengawet makanan," kata Chef Leon.

Ia menjelaskan bahwa masih terdapat anggapan keliru di masyarakat yang menyamakan makanan sehat dengan menu diet atau salad semata. Menurutnya, pemenuhan nutrisi harian dari bahan makanan asli sudah termasuk kategori konsumsi yang sehat.

"Yang banyak salah kaprah, ketika orang berpikir, 'Wah, sudah hidup sehat nih, makan salad'. Sebenarnya bukan begitu. Itu lebih ke diet.

Kalau wellness, apa yang kita makan, kalau itu real food, sebenarnya sudah healthy. Yang penting jangan berlebihan," kata Chef Leon.

Skema gramasi dan pembatasan porsi harian diterapkan dalam penyusunan menu di Verde Social Garden demi menjaga kualitas serta kesegaran bahan baku. Seluruh varian pasta dibuat menggunakan telur sehingga mengandung sekitar 30 gram protein per porsi.

"Jadi satu pasta kita semua pakai telur. Jadi kita makan pasta sudah ada proteinnya, sekitar 30 gram," kata Chef Leon.

Sumber protein tambahan juga didapatkan dari olahan bahan pendamping, seperti penggunaan udang dan kaldu kepala udang yang direbus selama 36 jam. Untuk menjaga tingkat kesegaran, ketersediaan bahan utama seperti udang dibatasi sebanyak 50 porsi per hari.

"Contohnya udang, saya cuma batasi 50 karena yang bisa didatangkan supplier hanya sekian kilo untuk fresh. Kalau habis, ya sudah tidak bisa lagi," kata Chef Leon.

Penerapan stok terbatas ini juga berlaku pada sajian pasta yang baru dimasak berdasarkan pesanan langsung dari tamu. Selain pasta, restoran ini menghadirkan pizza bergaya Neapolitan yang dibuat menggunakan adonan sourdough fermentasi panjang dan dipanggang pada suhu 450 derajat Celsius.

Penggunaan bahan-bahan lokal diprioritaskan demi menjaga kestabilan harga hidangan di tingkat konsumen.

"Bahannya lokal-lokal. Kalau impor, enggak mungkin saya jual segitu, sudah bangkrut," kata Chef Leon sambil tertawa.

Sajian penutup seperti tiramisu diproduksi dalam jumlah terbatas karena kepekaan bahan mascarpone. Pengelola restoran memfokuskan layanan informasi transparan terkait penggunaan alkohol jenis Kahlua pada olahan tiramisu tersebut.

"Kita bakal ada hydro, yang protein juga nanti ada," kata Chef Leon.

Pihak staf akan memberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum pesanan tiramisu diproses untuk memastikan kenyamanan pengunjung.

"Kalau ada yang mau order tiramisu, kita jelaskan dulu ini ada kandungan alkoholnya. Kalau tidak mau pakai alkohol bisa, cuma rasanya mohon maaf tidak sesuai yang bapak atau ibu ekspektasikan," kata Chef Leon.

Pendekatan fleksibel ini menjadikan Verde Social Garden sebagai alternatif tempat makan yang fleksibel bagi para wisatawan di Sentul.

"Kalau itu real food, sebenarnya sudah healthy. Yang penting jangan berlebihan," kata Chef Leon.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed