Alva Targetkan Penjualan Motor Listrik Naik Dua Kali Lipat

Smallest Font
Largest Font

Produsen kendaraan listrik Alva menargetkan pertumbuhan penjualan motor listrik melebihi 50 persen hingga dua kali lipat pada tahun ini, menyusul peningkatan tren penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Peningkatan tersebut dicapai di tengah gejolak harga minyak dunia dan kenaikan komoditas yang memicu masyarakat beralih dari kendaraan berbasis bahan bakar fosil, sebagaimana dilansir dari Detik Oto di ICE BSD, Tangerang.

"Yang kita spill selama ini pertumbuhan di tahun lalu, kita bertumbuh sekitaran 50 persen. Itu historical, itu fakta, tahun ini kita berharap pertumbuhannya lebih dari 50 persen, kita berharap mungkin double," kata Chief Executive Officer Alva Purbaja Pantja.

Berdasarkan data RUPS PT Indika Energy Tbk, penjualan motor Alva mencatatkan kenaikan sebesar 52,9 persen secara tahunan, yakni dari 2.948 unit pada 2024 menjadi 4.508 unit pada 2025.

Selain peningkatan volume total, pola permintaan konsumen juga bergeser ke segmen N3 sebagai model paling terjangkau yang kini mulai melampaui penjualan lini Cervo.

"Pergerakannya N3 bergerak di atas Cervo, karena harganya dan lain-lain. Jadi memang itu sudah nyalip," kata Purba.

Ekosistem pendukung Alva turut mencatatkan perluasan, di mana jaringan Boost Charge berkembang dari 150 konektor pada akhir 2025 menjadi lebih dari 490 konektor pada semester pertama Juni 2026 dengan penyaluran listrik mencapai lebih dari 444 ribu kWh.

Total akumulasi jarak tempuh seluruh motor listrik Alva dilaporkan menembus 78 juta kilometer hingga akhir Juni 2026, melonjak signifikan dibandingkan posisi Januari 2025 yang berada di angka 22 juta kilometer.

"Kita tahu mengenai harga minyak yang sekarang sedang bergejolak. Jadi dengan itu harga komoditas sepertinya juga lagi trending up," kata Purba.

Faktor kenaikan harga minyak dan komoditas turunan dinilai memberikan dampak langsung terhadap kenaikan biaya operasional kendaraan konvensional, yang mendorong masyarakat beralih ke opsi kendaraan listrik.

"Itu sudah punya impact buat beberapa harga komoditas minyak, termasuk juga oli, parts juga. Jadi sepertinya hal-hal tersebut mempunyai dampak (ke penjualan motor listrik)," tambahnya lagi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed