Angka Kelahiran Singapura Turun Elon Musk Peringatkan Risiko Kepunahan
Tingkat fertilitas total atau total fertility rate (TFR) di Singapura merosot tajam hingga menyentuh rekor terendah 0,87. Fenomena resesi seks yang kian mengkhawatirkan ini memicu peringatan keras dari miliarder Elon Musk terkait risiko kepunahan populasi, dilansir dari Detik Health.
Musk menyampaikan kekhawatirannya tersebut melalui media sosial X pada Selasa (25/8/2026). Tanggapan itu muncul setelah postingan akun XFreeze mengulas langkah Pemerintah Singapura yang berjuang memicu peningkatan angka kelahiran.
"Manusia sedang menghilang," kata Musk, Pemilik Akun X.
Pemerintah Singapura menggelontorkan sederet paket insentif dengan nilai besar untuk merespons krisis tersebut. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan kebijakan tersebut dalam gelaran National Day Rally (NDR) 2026 pada Minggu (23/8/2026).
Insentif yang disiapkan meliputi bantuan tunai hingga $70.000 (sekitar Rp 830 juta) per anak sejak lahir hingga berusia 17 tahun. Selain itu, pemerintah menambah jatah cuti pengasuhan bagi orang tua bekerja serta memberikan prioritas apartemen bersubsidi Build-To-Order (BTO) bagi pasangan muda.
Peringatan Musk tersebut menanggapi sorotan publik atas upaya besar-besaran Singapura dalam mempertahankan tingkat populasinya.
"Singapura baru saja mengerahkan segalanya untuk tingkat kelahiran. Ini bukan sekadar penurunan biasa, tapi sebuah negara yang sama sekali tidak mampu menggantikan populasinya sendiri. Ini masalah yang sangat besar," kata XFreeze, Akun Media Sosial X.
Unggahan akun XFreeze yang membedah krisis populasi Singapura tersebut telah dibagikan ulang oleh Musk dan disaksikan lebih dari 7,5 juta kali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow